top of page

Amandel Anak Sering Kambuh, Apakah Harus Dioperasi? Kenali Tonsilektomi

4 menit yang lalu
5 menit membaca
Throat Pain
Image Source: Magnific.com

Apakah amandel yang sering meradang harus dioperasi? Tidak selalu. Sebagian besar radang amandel dapat ditangani tanpa operasi, terutama jika penyebabnya adalah infeksi yang dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat.


Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan tonsilektomi, yaitu prosedur pembedahan untuk mengangkat amandel. Tindakan ini umumnya dipertimbangkan jika seseorang mengalami radang amandel berulang atau amandel yang membesar hingga mengganggu pernapasan saat tidur.


Apa Itu Tonsilektomi?

Tonsilektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat amandel atau tonsil yang berada di bagian belakang tenggorokan. Amandel merupakan jaringan yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, terutama dalam membantu mengenali kuman yang masuk melalui mulut dan hidung.

Namun, pada kondisi tertentu, amandel justru dapat mengalami infeksi berulang atau membesar hingga mengganggu fungsi tubuh. Dalam situasi tersebut, dokter THT dapat mempertimbangkan tindakan tonsilektomi.


Mengapa Amandel Bisa Perlu Diangkat?


tonsils
Image Source: magnific.com

Tidak semua orang yang mengalami radang amandel membutuhkan operasi. Dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti seberapa sering infeksi terjadi, seberapa berat gejalanya, serta apakah pembesaran amandel menyebabkan gangguan lain.


Dua alasan yang paling sering menjadi pertimbangan tonsilektomi pada anak adalah infeksi tenggorokan yang berulangĀ dan gangguan pernapasan saat tidur akibat pembesaran amandel.


1. Radang Amandel yang Sering Berulang

Radang tenggorokan atau tonsilitis yang berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk tonsilektomi.

Pada anak tonsilektomiĀ dapat dipertimbangkan apabila terdapat setidaknya:

  • 7 episode infeksi dalam 1 tahun terakhir.

  • 5 episode setiap tahun selama 2 tahun berturut-turut.

  • 3 episode setiap tahun selama 3 tahun berturut-turut.


Episode tersebut juga perlu memiliki dokumentasi medis dan disertai tanda tertentu, seperti demam, pembengkakan kelenjar leher, lapisan atau nanah pada amandel, atau hasil pemeriksaan positif untuk infeksi bakteri tertentu.

Jika frekuensi infeksi belum memenuhi kriteria tersebut, dokter biasanya dapat merekomendasikan watchful waitingĀ atau pemantauan terlebih dahulu.


2. Amandel Membesar dan Mengganggu Pernapasan Saat Tidur

Amandel yang terlalu besar dapat mempersempit jalan napas, terutama ketika seseorang tidur.


Akibatnya, anak dapat mengalami obstructive sleep-disordered breathing, yaitu gangguan pernapasan saat tidur yang dapat ditandai dengan:

  • Mendengkur keras.

  • Bernapas melalui mulut saat tidur.

  • Napas seperti berhenti atau tersendat ketika tidur.

  • Tidur tidak nyenyak.

  • Sering terbangun pada malam hari.

  • Mengantuk pada siang hari.

  • Perubahan perilaku atau kesulitan berkonsentrasi.


Pada anak dengan gangguan pernapasan saat tidur dan pembesaran amandel, tonsilektomi dapat membantu memperbaiki gangguan tersebut.


3. Mengalami Komplikasi Tertentu

Dalam kondisi tertentu, tonsilektomi juga dapat dipertimbangkan jika seseorang mengalami komplikasi yang berkaitan dengan amandel.


Contohnya adalah abses peritonsil, yaitu terbentuknya kumpulan nanah di sekitar amandel, terutama jika kondisi tersebut berulang atau tidak memberikan respons yang baik terhadap penanganan medis dan drainase.


4. Pembesaran Amandel Menyebabkan Kesulitan Menelan

Amandel yang sangat besar terkadang dapat mengganggu proses menelan. Jika pembesaran tersebut menyebabkan gangguan menelan yang cukup berat, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi setelah melakukan pemeriksaan yang diperlukan.


Apakah Semua Radang Amandel Harus Dioperasi?

Radang amandel dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Sebagian besar kasus tidak membutuhkan tonsilektomi dan dapat ditangani sesuai penyebabnya.


Karena itu, keputusan untuk melakukan operasi tidak hanya berdasarkan apakah seseorang pernah mengalami radang amandel, tetapi juga mempertimbangkan frekuensi infeksi, tingkat keparahan, dampaknya terhadap aktivitas, kondisi kesehatan, serta hasil pemeriksaan dokter.

Pada anak yang mengalami infeksi berulang tetapi belum memenuhi kriteria operasi, dokter dapat memilih untuk melakukan pemantauan terlebih dahulu.


Bagaimana Prosedur Tonsilektomi Dilakukan?

Tonsilektomi merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan anestesi umum sehingga pasien tidak merasakan proses operasi.

Secara umum, dokter akan:

  1. Memberikan anestesi umum kepada pasien.

  2. Mengakses amandel melalui rongga mulut.

  3. Mengangkat jaringan amandel dari bagian belakang tenggorokan.

  4. Mengontrol perdarahan selama prosedur.

  5. Memantau kondisi pasien setelah operasi hingga efek anestesi berkurang.


Pada beberapa kondisi, tonsilektomi dapat dilakukan bersamaan dengan adenoidektomi, yaitu pengangkatan jaringan adenoid yang berada di belakang rongga hidung. Pilihan tindakan akan disesuaikan dengan kondisi dan hasil pemeriksaan pasien.


Apa yang Dirasakan Setelah Tonsilektomi?

Setelah operasi, pasien mungkin mengalami beberapa keluhan selama masa pemulihan.

Keluhan yang cukup umum antara lain:

  • Nyeri tenggorokan.

  • Nyeri saat menelan.

  • Tenggorokan terasa kering.

  • Mual atau muntah.

  • Nafsu makan menurun.

  • Nyeri yang terasa hingga ke telinga.

  • Bau mulut sementara.

Pada anak, nyeri setelah tonsilektomi dapat berlangsung hingga sekitar dua minggu dan pada beberapa pasien dapat terasa lebih berat pada beberapa hari setelah operasi.


Karena menelan dapat terasa sakit, pasien perlu tetap mendapatkan cukup cairan dan mengikuti anjuran dokter mengenai makanan, obat pereda nyeri, serta aktivitas selama masa pemulihan.


Apakah Tonsilektomi Memiliki Risiko?

Seperti prosedur pembedahan lainnya, tonsilektomi juga memiliki risiko. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risiko tindakan sebelum operasi dilakukan.


Beberapa risiko atau efek samping yang dapat terjadi antara lain:

1. Perdarahan

Perdarahan merupakan salah satu komplikasi yang perlu diperhatikan setelah tonsilektomi. Perdarahan yang muncul setelah pasien pulang perlu segera mendapat perhatian medis.


2. Nyeri Tenggorokan

Nyeri tenggorokan merupakan keluhan yang umum setelah operasi. Nyeri dapat membuat pasien kesulitan makan atau minum untuk sementara waktu.


3. Dehidrasi

Karena menelan terasa sakit, pasien mungkin menjadi enggan minum. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi.


4. Mual dan Muntah

Sebagian pasien dapat mengalami mual atau muntah setelah prosedur, terutama sebagai efek setelah anestesi.

Karena itu, penting untuk mengikuti instruksi dokter setelah operasi dan segera mencari pertolongan jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.


Berapa Lama Pemulihan Setelah Tonsilektomi?

Waktu pemulihan dapat berbeda pada setiap orang. Secara umum, pasien membutuhkan waktu sekitar 1–2 mingguĀ untuk kembali pulih setelah tonsilektomi.


Selama masa tersebut, pasien biasanya perlu:

  • Beristirahat cukup.

  • Minum sesuai anjuran dokter.

  • Mengonsumsi obat sesuai resep.

  • Mengikuti anjuran mengenai makanan dan minuman.

  • Menghindari aktivitas berat sampai diperbolehkan dokter.

  • Melakukan kontrol sesuai jadwal.


Jangan memaksakan kembali ke aktivitas normal apabila kondisi tubuh belum pulih sepenuhnya.


Apakah Setelah Amandel Diangkat Tubuh Tetap Bisa Melawan Infeksi?

Amandel memang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, tetapi bukan satu-satunya jaringan yang berperan dalam melawan infeksi. Tubuh memiliki berbagai komponen sistem imun lainnya sehingga seseorang tetap dapat melawan infeksi setelah amandel diangkat.


Kesimpulan

Tonsilektomi adalah prosedur untuk mengangkat amandel yang dilakukan pada kondisi tertentu.Ā Operasi ini tidak diperlukan pada setiap orang yang mengalami radang amandel.


Dokter dapat mempertimbangkan tonsilektomi pada pasien dengan infeksi amandel yang berulang, pembesaran amandel yang mengganggu pernapasan saat tidur, atau kondisi tertentu lainnya yang berkaitan dengan amandel.


Jika anak atau anggota keluarga sering mengalami radang amandel, mendengkur keras, mengalami gangguan pernapasan saat tidur, atau kesulitan menelan akibat amandel yang membesar, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis THT. Pemeriksaan akan membantu menentukan apakah kondisi tersebut cukup ditangani dengan obat dan pemantauan atau membutuhkan tindakan lebih lanjut.


Jika Anda atau anak sering mengalami radang amandel atau memiliki keluhan seperti mendengkur dan gangguan pernapasan saat tidur, segera konsultasikan dengan dokter spesialis THT di RS Darmo SurabayaĀ untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.


Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 822-4134-3467 untuk membuat janji temu.


Referensi:


Author: dr. Felicia Sinjaya

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page