Diabetic Foot: Penyebab, Gejala, dan Cara Merawat Luka Kaki Diabetes
- 12 menit yang lalu
- 4 menit membaca

Diabetic foot atau kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes yang sering terjadi dan tidak boleh dianggap sepele. Apakah luka kaki diabetes bisa sembuh? Ya, luka kaki diabetes dapat sembuh apabila ditangani sejak dini, kadar gula darah terkontrol, dan pasien mendapatkan perawatan luka yang tepat. Namun, tanpa penanganan yang tepat, luka dapat berkembang menjadi infeksi serius hingga meningkatkan risiko amputasi.
Apa Itu Diabetic Foot?
Diabetic foot adalah komplikasi diabetes yang menyebabkan kerusakan pada kaki akibat gangguan saraf (neuropati) dan gangguan aliran darah. Kedua kondisi tersebut membuat kaki menjadi lebih rentan mengalami luka dan infeksi.
Pada beberapa kasus, penderita bahkan tidak menyadari adanya cedera atau luka karena berkurangnya kemampuan saraf untuk merasakan nyeri.
Mengapa Penderita Diabetes Rentan Mengalami Luka Kaki?
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan pembuluh darah.
Akibatnya, penderita diabetes dapat mengalami beberapa kondisi berikut:
Sensasi kesemutan atau mati rasa pada kaki.
Sulit merasakan luka kecil, lecet, atau tekanan pada kaki.
Aliran darah ke kaki kurang maksimal, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lambat.
Risiko infeksi meningkat karena kemampuan tubuh melawan kuman menurun.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat luka yang awalnya kecil berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Apa Saja Gejala Diabetic Foot?
Gejala diabetic foot dapat muncul secara bertahap. Mengenali tanda-tanda diabetic foot sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.
Pada tahap awal, gejala yang sering muncul meliputi:
Kesemutan pada kaki.
Mati rasa atau berkurangnya sensasi sentuhan.
Kulit kaki menjadi kering dan mudah pecah-pecah.
Perubahan warna kulit pada kaki.
Kaki terasa lebih dingin dibanding bagian tubuh lainnya.
Meski tampak ringan, gejala-gejala ini tidak boleh diabaikan.
Pada tahap selanjutnya, diabetic foot ditandai dengan gejala yang lebih serius seperti :Ā
Luka yang sulit sembuh.
Luka mengeluarkan cairan atau nanah.
Kaki terasa nyeri atau berdenyut.
Terjadi pembengkakan pada area kaki.
Muncul bau tidak sedap dari luka.
Jaringan kulit berubah menjadi kehitaman.
Gejala tersebut dapat menandakan adanya infeksi atau kerusakan jaringan yang membutuhkan penanganan medis segera. Segera konsultasikan gejala Sahabat Darmo dengan dokter agar bisa mendapatkan perawatan yang sesuai.
7 Cara Merawat Kaki Diabetes Agar Terhindar dari Komplikasi
1. Periksa Kondisi Kaki Setiap Hari
Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi kaki setiap hari.
Perhatikan apakah terdapat:
Lecet.
Luka.
Kemerahan.
Kapalan.
Pembengkakan.
Jika sulit melihat bagian telapak kaki, gunakan cermin atau minta bantuan anggota keluarga.
2. Jaga Kebersihan Kaki
Kebersihan kaki berperan penting dalam mencegah infeksi.
Cuci kaki menggunakan air hangat dan sabun yang lembut setiap hari. Setelah itu, keringkan kaki secara menyeluruh, terutama pada sela-sela jari yang sering menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri.
3. Gunakan Pelembap pada Kulit Kaki
Kulit yang kering dan pecah-pecah dapat menjadi pintu masuk bagi kuman penyebab infeksi.
Gunakan pelembap secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit kaki. Namun, hindari mengoleskan pelembap pada sela-sela jari karena area tersebut perlu tetap kering.
4. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman
Penderita diabetes sebaiknya tidak berjalan tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah.
Gunakan sepatu yang:
Ukurannya pas.
Tidak terlalu sempit.
Tidak menimbulkan gesekan berlebihan.
Memiliki bantalan yang nyaman.
Pemilihan alas kaki yang tepat dapat membantu mencegah lecet dan luka.
5. Kontrol Kadar Gula Darah
Mengontrol gula darah merupakan salah satu faktor utama dalam mempercepat penyembuhan luka.
Kadar gula darah yang stabil membantu:
Memperbaiki aliran darah.
Mendukung regenerasi jaringan.
Mengurangi risiko infeksi.
Menekan risiko komplikasi lebih lanjut.
Karena itu, patuhi anjuran dokter terkait pola makan, aktivitas fisik, dan pengobatan diabetes.
6. Hindari Mengobati Luka Sendiri
Banyak orang mencoba mengobati luka diabetes dengan berbagai bahan tanpa konsultasi dengan dokter.
Padahal, penggunaan obat atau bahan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Jika terdapat luka yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang sesuai.
7. Manfaatkan Layanan Home Care untuk Perawatan Luka
Bagi pasien yang memiliki keterbatasan mobilitas atau membutuhkan pemantauan rutin, layanan home care dapat menjadi solusi yang praktis.
Melalui layanan ini, tenaga kesehatan dapat membantu:
Membersihkan luka secara profesional.
Mengganti balutan luka secara berkala.
Memantau perkembangan penyembuhan.
Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.
Dengan perawatan yang dilakukan secara teratur di rumah, pasien dapat tetap memperoleh pelayanan medis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Mengapa Perawatan Luka Diabetes Harus Dilakukan dengan Tepat?
Luka pada penderita diabetes memerlukan perhatian khusus karena memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan luka biasa.
Mencegah Infeksi yang Lebih Parah
Proses penyembuhan luka pada penderita diabetes cenderung lebih lambat. Kondisi ini membuat bakteri memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menyebabkan infeksi. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam bahkan dapat mengenai tulang.
Mengurangi Risiko Amputasi
Sebagian besar kasus amputasi pada penderita diabetes berawal dari luka yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Melalui pemeriksaan rutin dan perawatan sejak dini, risiko kerusakan jaringan yang lebih luas dapat diminimalkan sehingga fungsi kaki dapat tetap terjaga.
Kapan Anda Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut:
Luka tidak menunjukkan tanda-tanda membaik dalam beberapa hari.
Muncul nanah atau cairan berbau tidak sedap.
Kaki menjadi merah, bengkak, terasa sangat nyeri atau berdenyut.
Mengalami demam bersamaan dengan luka pada kaki.
Terdapat jaringan berwarna hitam pada area luka.
Luka semakin luas atau semakin dalam.
Muncul bau tidak sedap dari luka.
Semakin cepat luka mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Luka kaki diabetes dapat sembuh jika ditangani sejak dini dan dirawat dengan benar. Jika terdapat luka yang sulit sembuh atau membutuhkan pemantauan berkala, layanan home care dapat menjadi solusi praktis agar pasien tetap memperoleh perawatan medis yang optimal di rumah tanpa harus ke fasilitas kesehatan.
Memiliki luka diabetes yang sulit sembuh atau membutuhkan perawatan rutin di rumah? Hubungi layanan Home Care RS Darmo untuk mendapatkan perawatan luka profesional, dan monitoring kondisi pasien. +62-818-0322-6752
Referensi :Ā
Srinivas-Shankar, U., Kimyaghalam, A., & Bergman, R. (2026, March 22). Diabetic foot ulceration and complications. StatPearls - NCBI Bookshelf. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499887/Ā
Diabetes-Related foot Conditions. (2026, April 24). Cleveland Clinic.Ā
Author : dr. Stephanie Pereira
.png)

_edited.png)



Komentar