top of page

Penumpukan Plak di Jantung, Waspadai Risikonya bagi Kesehatan

  • 1 hari yang lalu
  • 3 menit membaca
Plak di Jantung

Penumpukan plak di jantung adalah kondisi yang berkembang secara perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak orang baru menyadarinya ketika sudah muncul keluhan seperti nyeri dada atau sesak napas. Padahal, proses penumpukan plak bisa dimulai sejak bertahun-tahun sebelumnya.


Artikel ini akan membahas secara jelas apa itu penumpukan plak di jantung, perbedaan antara plak dan aterosklerosis, mengapa kondisi ini berbahaya, faktor risikonya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung Anda.


Apa Itu Penumpukan Plak di Jantung?

Untuk memahami kondisi ini, penting mengenal dua istilah utama yang sering digunakan, yaitu plakĀ dan aterosklerosis.

Pengertian Plak

PlakĀ adalah endapan yang menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah.Ā Plak terbentuk dari campuran:

  • Lemak

  • Kolesterol

  • Kalsium

  • Sisa zat lain dalam darah

Pada awalnya, plak berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, seiring waktu, plak dapat menebal dan membuat pembuluh darah:

  • Menjadi lebih sempit

  • Kurang lentur

  • Aliran darah menjadi tidak lancar

Jika plak terbentuk di pembuluh darah jantung, aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung dapat terganggu.


Pengertian Aterosklerosis

AterosklerosisĀ adalah kondisi ketika plak terus menumpuk dan mengeras di dinding pembuluh darah dalam jangka waktu lama.

Sederhananya:

  • PlakĀ adalah endapan lemaknya

  • AterosklerosisĀ adalah proses penyakit akibat penumpukan plak tersebut

Pada aterosklerosis, pembuluh darah tidak hanya menyempit, tetapi juga kehilangan elastisitas. Akibatnya, darah semakin sulit mengalir dan jantung harus bekerja lebih keras. Kondisi inilah yang menjadi dasar terjadinya penyakit jantung koroner.

Mengapa Penumpukan Plak di Jantung Berbahaya?

Penumpukan plak di jantung dapat mengganggu suplai darah ke otot jantung. Jika aliran darah berkurang, jantung kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja optimal.

Selain itu, plak yang tidak stabil dapat pecah secara tiba-tiba. Pecahnya plak dapat memicu pembentukan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah, sehinggaĀ  menyebabkan terjadinya serangan jantung.


Penyebab dan Faktor Risiko Penumpukan Plak

Penumpukan plak tidak terjadi secara tiba-tiba. Beberapa faktor yang berperan antara lain:

1. Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi mempermudah terbentuknya plak di pembuluh darah.


2. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah, sehingga plak lebih mudah menempel.


3. Gaya Hidup Tidak Sehat

Pola makan tinggi lemak jenuh dan gula, kurang aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan meningkatkan risiko penumpukan plak.


4. Merokok

Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis.


5. Faktor Usia dan Riwayat Keluarga

Risiko meningkat seiring bertambahnya usia dan bila terdapat riwayat penyakit jantung dalam keluarga.


Gejala Penumpukan Plak di Jantung

Pada tahap awal, penumpukan plak sering tidak menimbulkan gejala. Namun, saat penyempitan pembuluh darah semakin berat, gejala dapat muncul, seperti:

  • Nyeri dada atau dada terasa tertekan

  • Sesak napas saat beraktivitas

  • Mudah lelah

  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung

Gejala ini perlu diwaspadai karena bisa menandakan gangguan aliran darah ke jantung.


Bagaimana Penumpukan Plak di Jantung Dideteksi?

Penumpukan plak dapat dideteksi melalui pemeriksaan medis, antara lain:

  • Pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol

  • Pemeriksaan jantung sesuai indikasi dokter

  • Pemeriksaan penunjang bila diperlukan


Cara Mencegah Penumpukan Plak di Jantung

Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko penumpukan plak:

1. Terapkan Pola Makan Sehat

Kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol.Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat.


2. Rutin Beraktivitas Fisik

Olahraga teratur membantu menjaga berat badan dan kadar kolesterol tetap seimbang.


3. Kelola Faktor Risiko

Kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin.Hentikan kebiasaan merokok.


4. Lakukan Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin membantu mendeteksi risiko sejak dini.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika Anda mengalami:

  • Nyeri dada berulang

  • Sesak napas tanpa sebab jelas

  • Riwayat keluarga penyakit jantung

  • Hasil pemeriksaan kolesterol atau tekanan darah tinggi

Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius.


Kesimpulan

Penumpukan plak di jantung adalah kondisi yang berkembang perlahan dan sering tidak disadari. Plak merupakan endapan lemak dan kolesterol, sedangkan aterosklerosis adalah proses penyakit akibat penumpukan plak tersebut. Jika tidak dicegah, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, kesehatan jantung dapat dijaga dengan lebih optimal.

Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung atau ingin memastikan kondisi kesehatan jantung Anda, lakukan pemeriksaan di RS Darmo Surabaya, hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900.


Referensi :Ā 



Author:Ā  dr. Nadiar Dwi Nuarisa, Sp.JP, FIHA

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page