Sering Korek Telinga Pakai Cotton Bud? Ini Risiko yang Jarang Disadari
- 14 Apr
- 3 menit membaca

Membersihkan telinga dengan cotton budĀ sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Sensasi bersih dan lega setelah mengorek telinga sering membuat kebiasaan ini dilakukan berulang, bahkan hampir setiap hari. Namun, di balik rasa nyaman tersebut, ada risiko kesehatan telinga yang jarang disadari.
Penggunaan cotton budĀ justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan memicu berbagai masalah. Artikel ini akan membahas mengapa mengorek telinga dengan cotton budĀ perlu diwaspadai, risiko yang dapat terjadi, serta cara membersihkan telinga yang lebih aman untuk Anda.
Apa Fungsi Kotoran Telinga (Serumen)?
Kotoran telinga atau serumenĀ sebenarnya memiliki fungsi penting. Serumen membantu:
Melindungi saluran telinga dari debu dan kotoran
Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur
Menjaga kelembaban saluran telinga
Dengan kata lain, serumen adalah mekanisme perlindungan alami bagi telinga.
Telinga Punya Mekanisme Membersihkan Diri
Telinga dirancang untuk membersihkan dirinya sendiri. Gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah membantu mendorong serumen keluar secara perlahan ke bagian luar telinga, sehingga sebenarnya tidak perlu mengorek telinga.
Kenapa Banyak Orang Mengorek Telinga Pakai Cotton Bud?
Sensasi Bersih dan Nyaman
Cotton budĀ memberikan sensasi bersih dan lega yang instan. Inilah yang membuat banyak orang merasa telinganya āharusā dikorek agar terasa nyaman.
Anggapan yang Keliru
Karena terlihat lembut dan sering digunakan sehari-hari, cotton budĀ dianggap aman untuk telinga. Padahal, cotton budĀ tidak dirancang untuk membersihkan bagian dalam saluran telinga.
Risiko Sering Korek Telinga Pakai Cotton Bud
Mengorek telinga dengan cotton bud, terutama jika dilakukan sering dan terlalu dalam, dapat menimbulkan beberapa risiko berikut:
1. Kotoran Telinga Terdorong Lebih Dalam
Alih-alih mengeluarkan kotoran, cotton bud justru berisiko mendorong serumen lebih dalam. Hal ini dapat menyebabkan:
Sumbatan telinga
Rasa penuh atau tersumbat
Pendengaran terasa berkurang
2. Iritasi dan Luka pada Saluran Telinga
Kulit saluran telinga sangat tipis dan sensitif. GesekanĀ cotton budĀ yang berulang dapat menyebabkan:
Iritasi
Luka kecil
Rasa perih atau gatal berkepanjangan
3. Risiko Infeksi Telinga
Luka kecil akibat cotton budĀ dapat menjadi pintu masuk bakteri atau jamur. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi telinga.
4. Cedera Gendang Telinga
Gerakan tiba-tiba, terutama pada anak-anak, dapat membuat cotton budĀ melukai gendang telinga. Cedera ini berisiko menimbulkan:
Nyeri hebat
Gangguan pendengaran
Infeksi

Tanda Telinga Mulai Bermasalah
Beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:
Telinga terasa penuh atau tersumbat
Pendengaran menurun
Nyeri atau rasa tidak nyaman di telinga
Gatal yang sering kambuh
Keluar cairan dari telinga
Jika keluhan ini muncul, sebaiknya hentikan kebiasaan mengorek telinga sendiri.
Cara Membersihkan Telinga yang Lebih Aman
Bersihkan Bagian Luar Saja
Gunakan kain bersih dan lembap untuk membersihkan bagian luar telinga. Hindari memasukkan benda apapun ke dalam saluran telinga.
Biarkan Mekanisme Alami Bekerja
Serumen akan keluar dengan sendirinya seiring waktu. Tidak perlu mengorek telinga secara rutin.
Pembersihan oleh Tenaga Kesehatan
Jika telinga terasa tersumbat atau pendengaran menurun, pembersihan telinga sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berpengalaman.
Beberapa kelompok perlu lebih waspada terhadap kebiasaan mengorek telinga:
Anak-anak
Pengguna alat bantu dengar
Orang dengan riwayat infeksi telinga
Orang yang sering merasa telinganya tersumbat
Pada kelompok ini, risiko cedera dan infeksi bisa lebih tinggi.
Kapan Harus ke Dokter THT?
Segera konsultasikan ke dokter THT jika Anda mengalami:
Nyeri telinga yang tidak membaik
Pendengaran menurun secara tiba-tiba
Telinga berdenging
Keluar cairan atau darah dari telinga
Telinga terasa sangat tersumbat
Kesimpulan
Mengorek telinga dengan cotton bud sering dianggap sebagai kebiasaan sepele, padahal dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan telinga. Mulai dari sumbatan serumen, iritasi, infeksi, hingga cedera gendang telinga. Membersihkan telinga sebaiknya dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai, agar fungsi pendengaran tetap terjaga.
Jika Anda sering mengalami keluhan telinga atau merasa telinga tersumbat, sebaiknya periksakan diri ke dokter THT di RS Darmo Surabaya. Pemeriksaan dan pembersihan yang tepat akan membantu menjaga kesehatan telinga Anda. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900
Referensi :
Hobson, J. C. (2005). Use and abuse of cotton buds. Journal of the Royal Society of Medicine, 98(8), 360ā361. https://doi.org/10.1258/jrsm.98.8.360Ā
Ā Brianbdt. (2025, June 5). Why you should never use cotton buds. Healthy Ears | professional earwax removal. https://healthyears.co.uk/why-you-should-never-use-cotton-buds/Ā
Author: dr. Stephanie Pereira
.png)

_edited.png)



Komentar