top of page

Apakah Kanker Ada Vaksinnya? Kenali Jenis Vaksin yang Bisa Mencegah Kanker

  • 1 menit yang lalu
  • 5 menit membaca
Image Source: pexels.com
Image Source: pexels.com

Kanker tidak selalu muncul karena satu penyebab. Selain faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan, beberapa jenis kanker juga berkaitan dengan infeksi virus tertentu. Lalu, apakah kanker ada vaksinnya?Ā Ada, tetapi bukan berarti semua jenis kanker dapat dicegah dengan vaksin. Saat ini, vaksin HPV dan hepatitis B dapat membantu mencegah infeksi yang berkaitan dengan beberapa jenis kanker. Ada juga vaksin tertentu yang digunakan sebagai bagian dari pengobatan kanker, tetapi cara kerja dan tujuannya berbeda dengan vaksin untuk pencegahan.


Apakah Semua Jenis Kanker Bisa Dicegah dengan Vaksin?

Tidak semua kanker bisa dicegah dengan vaksin.


Sebagian besar kanker berkembang karena kombinasi berbagai faktor, seperti perubahan genetik, usia, gaya hidup, paparan lingkungan, dan kondisi kesehatan tertentu. Karena penyebabnya beragam, belum ada satu vaksin yang dapat melindungi seseorang dari seluruh jenis kanker.


Vaksin yang berhubungan dengan pencegahan kanker saat ini terutama ditujukan untuk mencegah infeksi virus tertentu yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.


Tidak Semua Kanker Memiliki Vaksin

Ada dua virus yang memiliki kaitan kuat dengan beberapa jenis kanker dan dapat dicegah melalui vaksinasi, yaitu:

  1. Human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya.

  2. Hepatitis B virus (HBV), yang dapat menyebabkan infeksi hati kronis dan meningkatkan risiko kanker hati.


Vaksin Mencegah Penyebab Kanker, Bukan Sel Kankernya

Vaksin HPV dan hepatitis B tidak bekerja dengan cara menghancurkan sel kanker.


Keduanya bekerja dengan membantu tubuh membangun perlindungan terhadap virus tertentu. Ketika infeksi virus tersebut dapat dicegah, salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kanker juga ikut dikurangi.


Contohnya, infeksi HPV risiko tinggi yang menetap dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pada sel leher rahim. Jika perubahan tersebut berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker serviks.


Dengan mencegah infeksi HPV sejak awal, risiko terjadinya kanker yang berkaitan dengan virus tersebut dapat dikurangi.


Jenis Vaksin yang Dapat Membantu Mencegah Kanker

Saat ini, ada dua vaksin yang memiliki peran penting dalam pencegahan beberapa jenis kanker, yaitu vaksin HPV dan vaksin hepatitis B.


1. Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

Vaksin HPV digunakan untuk mencegah infeksi human papillomavirus atau HPV, terutama tipe HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker.

HPV merupakan kelompok virus yang sangat umum. Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya karena sistem imun mampu mengatasinya. Namun, infeksi HPV risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan pada sel dan meningkatkan risiko kanker.

Vaksin HPV dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan HPV, seperti:

  • kanker serviks;

  • kanker anus;

  • kanker vulva;

  • kanker vagina;

  • kanker penis; dan

  • beberapa jenis kanker orofaring atau area mulut dan tenggorokan.

Vaksin HPV memberikan perlindungan paling optimal jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus. Karena itu, vaksin ini umumnya dianjurkan sejak usia anak atau remaja.


2. Vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B berfungsi mencegah infeksi virus hepatitis B atau HBV.

Infeksi hepatitis B yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan hati, sirosis, dan meningkatkan risiko kanker hati.

Dengan mencegah infeksi hepatitis B, vaksin ini secara tidak langsung juga membantu mengurangi risiko kanker hati.

Vaksin hepatitis B juga termasuk dalam imunisasi yang diberikan sejak bayi. WHO merekomendasikan dosis pertama vaksin hepatitis B diberikan sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam 24 jam pertama.


Bagaimana Cara Kerja Vaksin dalam Mencegah Kanker?

Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali virus tertentu.


Secara sederhana, prosesnya dapat dipahami melalui dua cara berikut.

1. Melatih Sistem Imun Mengenali Virus

Setelah mendapatkan vaksin, sistem imun belajar mengenali bagian tertentu dari virus.

Tubuh kemudian membentuk respons imun, termasuk antibodi. Jika seseorang terpapar virus tersebut di kemudian hari, sistem imun sudah memiliki kemampuan untuk memberikan respons dengan lebih cepat.

Pada vaksin HPV, perlindungan ditujukan terhadap tipe HPV tertentu yang dapat menyebabkan penyakit dan kanker.


2. Mengurangi Risiko Perubahan Sel Menjadi Kanker

Beberapa infeksi virus yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan pada sel tubuh.


Jika infeksi tersebut dapat dicegah, risiko terjadinya perubahan sel yang berkaitan dengan infeksi juga dapat berkurang.


Contohnya pada HPV. Infeksi HPV risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan pada sel leher rahim dan dalam jangka panjang berkembang menjadi kanker serviks.


Jadi, vaksin bekerja dengan mencegah salah satu proses yang dapat menyebabkan kanker, bukan dengan membunuh sel kanker yang sudah terbentuk.


Apakah Ada Vaksin untuk Mengobati Kanker?

Ada, tetapi jenisnya berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi.


Vaksin untuk pengobatan kanker disebut vaksin terapi kankerĀ atau cancer treatment vaccine. Vaksin ini merupakan salah satu bentuk imunoterapi yang diberikan kepada orang yang sudah mengalami kanker.


Tujuannya adalah membantu sistem kekebalan tubuh mengenali karakteristik tertentu pada sel kanker dan kemudian menyerangnya.


Namun, vaksin terapi kanker tidak dapat digunakan untuk semua jenis kanker atau semua pasien. Penggunaannya bergantung pada jenis kanker, kondisi pasien, dan pertimbangan dokter.


Jadi, penting membedakan dua jenis vaksin berikut:

Vaksin pencegahan

Vaksin terapi kanker

Digunakan untuk mencegah infeksi tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker

Digunakan sebagai bagian dari pengobatan kanker tertentu

Diberikan sebelum seseorang mengalami kanker

Diberikan kepada pasien yang sudah mengalami kanker

Contohnya vaksin HPV dan hepatitis B

Digunakan dalam kondisi dan jenis kanker tertentu

Bertujuan mengurangi risiko kanker

Bertujuan membantu sistem imun melawan sel kanker

Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Pencegah Kanker?

Pemberian vaksin bergantung pada usia, riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, dan faktor risiko seseorang.

1. Anak dan Remaja

Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar HPV.

Karena itu, vaksin HPV umumnya diberikan sejak usia anak atau remaja, sebelum seseorang aktif secara seksual.


2. Orang Dewasa yang Belum Mendapatkan Vaksin

Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV masih dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai manfaat vaksinasi.


Manfaat vaksin dapat berbeda pada setiap orang, salah satunya karena kemungkinan seseorang sudah pernah terpapar HPV.


Hal yang sama berlaku untuk vaksin hepatitis B. Orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin dapat berkonsultasi dengan dokter, terutama jika memiliki faktor risiko terhadap infeksi hepatitis B.


3. Bayi

Vaksin hepatitis B diberikan sejak bayi untuk membantu mencegah infeksi hepatitis B.


Dosis pertama dianjurkan diberikan sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam 24 jam pertama.


Pemberian vaksin sejak dini penting karena infeksi hepatitis B pada bayi memiliki risiko lebih tinggi berkembang menjadi infeksi kronis dibandingkan infeksi yang terjadi pada orang dewasa.


4. Kelompok dengan Risiko Lebih Tinggi

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terpapar HPV atau hepatitis B.

Dokter dapat memberikan rekomendasi vaksinasi berdasarkan kondisi dan faktor risiko masing-masing.

Jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi masih diperlukan, Anda dapat memeriksa kembali riwayat imunisasi dan berkonsultasi dengan dokter.


Vaksin Tidak Bisa Menggantikan Skrining Kanker.

Vaksinasi dan skrining memiliki fungsi yang berbeda.


Vaksin membantu mencegah infeksi atau penyakit tertentu, sedangkan skrining bertujuan menemukan perubahan sel atau kanker sedini mungkin.


Contohnya, vaksin HPV dapat menurunkan risiko kanker serviks, tetapi tidak melindungi dari seluruh tipe HPV yang berisiko menyebabkan kanker. Karena itu, orang yang sudah mendapatkan vaksin HPV tetap perlu melakukan skrining kanker serviks sesuai rekomendasi.


Beberapa metode skrining yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Tes HPV, untuk mendeteksi infeksi HPV risiko tinggi.

  2. Pap smear, untuk melihat perubahan pada sel leher rahim.

  3. Skrining kanker lainnya, sesuai usia, jenis kelamin, faktor risiko, dan rekomendasi dokter.


Jadi, mendapatkan vaksin bukan berarti pemeriksaan kesehatan bisa dilewatkan. Keduanya justru saling melengkapi dalam upaya mencegah dan mendeteksi kanker.


Kesimpulan

Vaksin memang dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, tetapi belum semua kanker memiliki vaksin.


Vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya. Sementara itu, vaksin hepatitis B membantu mencegah infeksi HBV yang dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis dan meningkatkan risiko kanker hati.


Selain vaksinasi, pencegahan kanker tetap perlu dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat dan mengikuti skrining sesuai usia serta faktor risiko.


Jika Anda belum yakin apakah Anda atau anggota keluarga membutuhkan vaksin HPV atau hepatitis B, konsultasikan dengan dokter di RS Darmo Surabaya untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900 untuk janji temu.


Referensi:


Author : Omega Risdianto, Amd. Keb

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page