Bahu Terasa Kaku dan Sulit Diangkat? Bisa Jadi Frozen Shoulder

Pernahkah Sahabat Darmo merasa kesulitan hanya untuk menyisir rambut atau memakai baju karena bahu terasa sangat kaku? Kondisi ini sering kali bukan sekadar pegal biasa. Bahu terasa kaku dan sulit diangkatĀ adalah ciri utama dari Frozen ShoulderĀ (kapsulitis adhesif), yaitu kondisi di mana jaringan di sekitar sendi bahu menebal dan meradang. Sahabat Darmo mungkin bertanya, berapa lama sembuh dari frozen shoulder?Ā Proses pemulihannya memang memerlukan kesabaran, karena bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan jika tidak ditangani dengan terapi yang tepat.
Mengenal Gejala Frozen Shoulder
Gejala Frozen ShoulderĀ biasanya berkembang secara perlahan dan terbagi menjadi tiga fase utama yang perlu Anda kenali:
Fase Pembekuan (Freezing Stage):Ā Setiap gerakan pada bahu mulai menyebabkan rasa nyeri, dan rentang gerak bahu perlahan mulai terbatas. Fase ini biasanya berlangsung 6 hingga 9 bulan.
Fase Beku (Frozen Stage):Ā Rasa nyeri mungkin mulai berkurang, namun bahu menjadi jauh lebih kaku. Pada tahap ini, aktivitas sehari-hari menjadi sangat sulit karena bahu benar-benar sulit digerakkan.
Fase Pencairan (Thawing Stage):Ā Rentang gerak bahu mulai membaik secara perlahan. Kekakuan mulai berkurang dan Anda mulai bisa menggerakkan lengan dengan lebih bebas.
Penyebab dan Faktor Risiko
Meskipun penyebab pastinya belum diketahui secara sepenuhnya, ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kekakuan bahu ini:
Usia dan Jenis Kelamin:Ā Lebih sering terjadi pada individu berusia 40 tahun ke atas, terutama pada wanita.
Imobilisasi:Ā Pemulihan setelah operasi atau cedera (seperti patah tulang lengan) yang membuat bahu tidak digerakkan dalam waktu lama.
Penyakit Sistemik:Ā Penderita diabetes, penyakit tiroid, atau penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini.
Langkah Penanganan Awal di Rumah
Jika Anda mulai merasakan kekakuan pada bahu, jangan dipaksakan untuk melakukan gerakan berat. Berikut langkah awal yang bisa Anda coba:
Kompres Hangat atau Dingin:Ā Gunakan kompres untuk membantu meredakan rasa nyeri, mengurangi peradangan pada area sendi, dan merelaksasikan otot yang kaku.
Latihan Peregangan Ringan:Ā Lakukan gerakan memutar bahu secara perlahan atau latihan mengayunkan lengan dengan santai untuk menjaga sisa ruang gerak yang ada.
Hindari Aktivitas Berat:Ā Untuk sementara waktu, hindari mengangkat beban berat atau melakukan gerakan tangan di atas kepala yang tiba-tiba.
Konsumsi Pereda Nyeri:Ā Jika nyeri sangat mengganggu, Anda dapat menggunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran apoteker atau dokter.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Jangan menunggu hingga bahu benar-benar "terkunci". Anda disarankan segera menemui spesialis ortopedi atau dokter rehabilitasi medik jika:
Nyeri bahu memburuk sehingga mengganggu kualitas aktivitas harian.
Anda tidak bisa melakukan aktivitas mandiri yang mendasar seperti mengambil dompet di saku belakang atau mengancingkan baju.
Latihan mandiri di rumah tidak menunjukkan perubahan setelah dua minggu.
Kesimpulan
Frozen ShoulderĀ adalah kondisi yang bisa sangat membatasi produktivitas, namun dengan penanganan yang tepat, mobilitas bahu Sahabat Darmo dapat kembali normal. Memahami fase dan gejalanya adalah langkah awal agar tidak salah dalam memberikan penanganan. Tetap aktif secara proporsional dan segera cari bantuan profesional jika kekakuan terus berlanjut.
Kembalikan kebebasan gerak Sahabat Darmo bersama tim ahli Ortopedi dan Rehabilitasi MedikĀ di Rumah Sakit Darmo. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900 untuk janji temu.
Referensi :Ā
Frozen shoulder. (n.d.). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frozen-shoulder/symptoms-causes/syc-20372684.Ā
Harvard Health. (2023, June 26). How to release a frozen shoulder: 5 stretches to use. https://www.health.harvard.edu/pain/how-to-release-a-frozen-shoulderĀ
Author: dr. Tirandan Menoer Elliza Primalia, Sp.K.F.R., M.Ked.Klin
.png)





Komentar