top of page

Jaga Kesehatan Tulang: Tips Mencegah dan Menangani Osteoporosis

11 menit yang lalu
7 menit membaca

Osteoporosis merupakan kondisi ketika kepadatan dan kualitas tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Apakah osteoporosis dapat sembuh?Ā Meski kerusakan tulang yang sudah terjadi tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, osteoporosis dapat ditangani untuk membantu memperlambat kehilangan kepadatan tulang sehingga menurunkan risiko patah tulang. Langkah pencegahan dan penanganannya meliputi pemenuhan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, aktivitas fisik secara teratur, upaya pencegahan jatuh, pemeriksaan kepadatan tulang berkala, serta pengobatan sesuai kondisi medis masing-masing.


Apa Itu Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang menjadi lebih lemah dan rapuh akibat penurunan kepadatan serta perubahan struktur tulang. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga seseorang dapat tidak menyadarinya sampai mengalami patah tulang.

Patah tulang akibat osteoporosis paling sering terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti:

  1. Tulang panggul, terutama setelah mengalami jatuh.

  2. Tulang belakang, yang dapat menyebabkan nyeri punggung, perubahan postur, atau penurunan tinggi badan.

  3. Pergelangan tangan, misalnya setelah terjatuh.

  4. Bagian tulang lainnyaĀ yang mengalami tekanan atau benturan.

Pada tulang yang sudah rapuh, patah tulang bahkan dapat terjadi akibat benturan atau jatuh ringan yang tidak menyebabkan patah tulang pada tulang sehat.


Apa Penyebab dan Faktor Risiko Osteoporosis?

Osteoporosis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sebagian faktor tidak dapat diubah, seperti usia dan perubahan hormon. Sementara itu, faktor lainnya berkaitan dengan pola hidup, asupan nutrisi, obat-obatan, atau kondisi medis tertentu. Berikut adalah faktor risiko osteoporosis:

1. Pertambahan Usia

Risiko osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia karena proses pembentukan tulang tidak lagi seimbang dengan proses kehilangan tulang. Akibatnya, kepadatan dan kekuatan tulang dapat menurun.


2. Perubahan Hormon

Perubahan kadar hormon dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Pada perempuan, penurunan estrogen setelah menopause dapat mempercepat kehilangan massa tulang. Pada pria, kadar hormon tertentu yang rendah juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis.


3. Kurang Asupan Kalsium dan Vitamin D

Kalsium berperan penting dalam menjaga struktur tulang, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Kekurangan kedua nutrisi tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kehilangan massa tulang.


4. Kurang Aktif Bergerak

Kurangnya aktivitas fisik, terutama aktivitas yang memberikan beban pada tulang dan melatih kekuatan otot, dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Aktivitas fisik juga membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan yang penting untuk mengurangi risiko jatuh.


5. Merokok

Kebiasaan merokok berkaitan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan patah tulang. Karena itu, berhenti merokok merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang.


6. Penggunaan Obat atau Kondisi Medis Tertentu

Penggunaan obat tertentu, termasuk kortikosteroid dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko kehilangan massa tulang.Ā 


Beberapa kondisi medis juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang. Jika Anda menggunakan obat dalam jangka panjang atau memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter mengenai resikonya terhadap kesehatan tulang.


Bagaimana Cara Mencegah Osteoporosis?

Tidak semua faktor risiko osteoporosis dapat dihindari. Namun, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang serta menurunkan risiko patah tulang.


1. Penuhi Kebutuhan Kalsium

Pastikan makanan sehari-hari mengandung sumber kalsium yang cukup. Beberapa makanan yang dapat menjadi sumber kalsium antara lain:

  • Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt dan keju.

  • Tahu atau makanan yang diperkaya kalsium.

  • Ikan tertentu yang tulangnya dapat dimakan, seperti sarden.

  • Sayuran hijau.

  • Makanan atau minuman yang diperkaya kalsium.


Kebutuhan kalsium dapat berbeda berdasarkan usia dan kondisi kesehatan. Suplemen kalsium juga tidak selalu diperlukan jika kebutuhan sudah dapat dipenuhi melalui makanan. Jika Sahabat Darmo mempertimbangkan penggunaan suplemen, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.


2. Pastikan Asupan Vitamin D Cukup

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Vitamin ini dapat diperoleh melalui makanan, paparan sinar matahari, atau suplemen jika memang dibutuhkan.

Kebutuhan vitamin D dapat berbeda pada setiap orang. Jika Anda memiliki risiko kekurangan vitamin D, dokter dapat membantu menentukan apakah Anda membutuhkan pemeriksaan atau suplemen.


3. Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan otot. Beberapa jenis olahraga yang dapat mendukung kesehatan tulang antara lain:

  1. Aktivitas weight-bearing, seperti berjalan cepat, naik tangga, atau menari.

  2. Latihan kekuatan, seperti latihan menggunakan beban, resistance band, atau berat badan sendiri.

  3. Latihan keseimbangan, terutama untuk membantu mengurangi risiko jatuh pada orang lanjut usia.

Jika Sahabat Darmo sudah mengalami osteoporosis atau memiliki risiko patah tulang yang tinggi, jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi Sahabat Darmo.


4. Hindari Rokok dan Batasi Alkohol

Berhenti merokok dapat membantu menjaga kesehatan tulang. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan tulang.


5. Jaga Berat Badan dan Pola Makan Seimbang

Tubuh membutuhkan cukup energi, protein, vitamin, dan mineral untuk menjaga kesehatan, termasuk kesehatan tulang. Hindari pola diet ekstrem yang menyebabkan tubuh kekurangan energi atau nutrisi. Pastikan makanan sehari-hari tetap beragam dan seimbang.


Bagaimana Cara Mengetahui Risiko Osteoporosis?

Osteoporosis sering tidak menimbulkan gejala sampai terjadi patah tulang. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi kepadatan tulang dan risiko patah tulang, terutama jika Sahabat Darmo memiliki faktor risiko tertentu. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan keadaan fisik dan risiko osteoporosis.


Dokter dapat menilai berbagai faktor yang berkaitan dengan risiko osteoporosis, seperti:

  1. Usia dan jenis kelamin.

  2. Riwayat patah tulang.

  3. Riwayat osteoporosis atau patah tulang dalam keluarga.

  4. Kondisi medis tertentu.

  5. Obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

  6. Pola makan dan aktivitas fisik.


Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan lain untuk mengetahui apakah terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan atau memperburuk kehilangan massa tulang.


Bagaimana Cara Menangani Osteoporosis?

Penanganan osteoporosis bertujuan memperlambat kehilangan tulang dan menurunkan risiko patah tulang.Ā Osteoporosis dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi tulang, faktor risiko, dan respons terapi pada masing-masing orang.


Penanganan osteoporosis dapat meliputi:

1. Perubahan Pola Hidup

Beberapa perubahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan.

  2. Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D.

  3. Berhenti merokok.

  4. Membatasi konsumsi alkohol.

  5. Menjaga tata letak lingkungan agar resiko jatuh lebih rendah, seperti membersihkan lantai dari genangan air, menyingkirkan barang-barang yang berserakan di jalan, dan memastikan area tangga dan rumah dalam keadaan terang .

Perubahan pola hidup dapat dilakukan bersama terapi lain yang direkomendasikan oleh dokter.


2. Latihan yang Aman

Latihan kekuatan, aktivitas yang memberikan beban pada tulang, dan latihan keseimbangan dapat menjadi bagian dari penanganan osteoporosis.


Namun, jenis olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi tulang dan risiko patah tulang. Jika Anda sudah mengalami osteoporosis, konsultasikan jenis latihan yang aman dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memulai program olahraga tertentu.


3. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat osteoporosis apabila diperlukan. Beberapa obat bekerja dengan memperlambat kehilangan tulang, sedangkan obat lainnya dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang.


Jenis obat, dosis, serta lama penggunaannya dapat berbeda pada setiap orang. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.


Bagaimana Cara Mencegah Patah Tulang pada Penderita Osteoporosis?

Pada penderita osteoporosis, mencegah jatuh menjadi bagian penting dalam penanganan karena tulang yang rapuh lebih mudah mengalami patah.


1. Cegah Risiko Jatuh di Rumah

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pastikan lantai tidak licin.

  2. Singkirkan barang yang dapat membuat Anda tersandung.

  3. Pastikan pencahayaan rumah cukup.

  4. Gunakan pegangan pada area yang membutuhkan, seperti kamar mandi atau tangga.

  5. Gunakan alas kaki yang stabil dan tidak mudah membuat terpeleset.

Jika Anda sering kehilangan keseimbangan atau pernah jatuh, sampaikan kondisi tersebut kepada dokter.


2. Latih Kekuatan dan Keseimbangan

Latihan kekuatan dapat membantu mempertahankan otot, sedangkan latihan keseimbangan membantu tubuh tetap stabil saat bergerak.

Jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama jika Anda sudah mengalami osteoporosis atau pernah mengalami patah tulang.


3. Perhatikan Cara Bergerak

Pada kondisi osteoporosis tertentu, gerakan membungkuk atau memutar tulang belakang secara berlebihan perlu dihindari atau dimodifikasi.

Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis mengenai gerakan yang aman sesuai kondisi Anda.


Apa yang Terjadi Jika Osteoporosis Tidak Ditangani?

Osteoporosis yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko patah tulang. Dampaknya dapat mempengaruhi mobilitas dan kemampuan seseorang melakukan aktivitas sehari-hari.


Beberapa kondisi yang dapat terjadi antara lain:

1. Patah Tulang

Tulang yang rapuh lebih mudah mengalami patah, bahkan akibat jatuh atau benturan ringan.


2. Patah Tulang Belakang

Patah tulang pada tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung, perubahan postur, dan penurunan tinggi badan.


3. Gangguan Mobilitas

Patah tulang, terutama pada panggul, dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kemandirian.


4. Risiko Patah Tulang Berulang

Seseorang yang pernah mengalami patah tulang akibat osteoporosis memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang berikutnya. Karena itu, patah tulang setelah jatuh atau benturan ringan sebaiknya tidak dianggap sebagai kejadian biasa dan perlu diperiksa.


Kapan Harus Segera ke Dokter?

Periksakan kondisi Sahabat Darmo ke dokter jika:

  1. Mengalami patah tulang setelah benturan atau jatuh ringan.

  2. Mengalami nyeri punggung yang menetap.

  3. Tinggi badan berkurang atau postur tubuh semakin membungkuk.

  4. Memiliki faktor risiko osteoporosis, seperti usia lanjut, menopause, riwayat keluarga, atau penggunaan kortikosteroid jangka panjang.

  5. Pernah mengalami patah tulang dan ingin mengetahui risiko osteoporosis.

  6. Ingin mengetahui apakah Anda perlu menjalani pemeriksaan kepadatan tulang.

Semakin cepat risiko osteoporosis diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan atau penanganan yang sesuai dapat dilakukan.


Kesimpulan

Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga faktor risiko dan pemeriksaan kepadatan tulang perlu diperhatikan.


Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D, rutin beraktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang, tidak merokok, membatasi alkohol, serta mengurangi risiko jatuh.Ā Jika osteoporosis sudah terjadi, penanganan dapat meliputi perubahan gaya hidup, latihan yang sesuai, pemantauan kepadatan tulang, dan obat-obatan berdasarkan kondisi serta risiko patah tulang. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui langkah pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi Sahabat Darmo.


Ingin mengetahui risiko osteoporosis atau mengalami patah tulang setelah jatuh ringan? Jangan abaikan kondisi tulang Anda. Konsultasikan kesehatan tulang Sahabat Darmo dengan dokter di Rumah Sakit Darmo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

RS Darmo melalui Darmo Orthopaedics Excellence CenterĀ menghadirkan layanan ortopedi yang didukung oleh tim dokter dengan berbagai bidang keahlian, yaitu:

  • dr. Larona Hydravianto, M.Kes, Sp.OT Subsp.OTB (K) — Spesialis Ortopedi, Subspesialis Tulang Belakang Konsultan

  • dr. Adi Suriyanto, SpOT — Spesialis Ortopedi Konsultan

  • dr. Tri Wahyu M., SpOT (K) — Spesialis Ortopedi Anak Konsultan

  • Prof. Dr. Ferdiansyah, dr., Sp.OT, Subsp. Onk. Ort. (K) — Spesialis Ortopedi, Subspesialis Onkologi


Dengan dukungan tim dokter sesuai bidang keahliannya, Darmo Orthopaedics Excellence CenterĀ memberikan pilihan layanan untuk berbagai kebutuhan kesehatan tulang, sendi, tulang belakang, ortopedi anak, hingga penanganan kasus ortopedi onkologi. Hubungi WhatsApp Poliklinik di nomor +62 896-3009-8900


Referensi


Author: dr. Devina Nataliany

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page