top of page

Seru di Lapangan, Waspada Cedera! Kenali Risiko Pickleball dan Cara Mencegahnya

16 jam yang lalu
5 menit membaca
Young man playing pickleballĀ Ā 
Image Source: pexels.com

Pickleball menjadi salah satu olahraga yang semakin populer karena menggabungkan unsur tenis, bulu tangkis, dan tenis meja dalam permainan yang relatif mudah dipelajari. Olahraga ini dapat menjadi pilihan aktivitas fisik yang menyenangkan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus bersosialisasi.


Namun, di balik keseruannya, pickleball tetap memiliki risiko cedera, terutama akibat gerakan cepat, perubahan arah mendadak, dan gerakan tangan yang dilakukan berulang kali. Cedera dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, mulai dari pergelangan kaki dan lutut hingga siku dan bahu. Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko cedera pickleball dan cara mencegahnya agar aktivitas olahraga tetap aman.


Apa Itu Pickleball?

Pickleball adalah olahraga raket yang dimainkan secara tunggal maupun ganda menggunakan paddle atau pemukul khusus dan bola plastik berlubang. Permainan ini dilakukan di lapangan yang lebih kecil dibandingkan lapangan tenis, dengan net sebagai pembatas kedua sisi.

Meski terlihat mudah dimainkan, pickleball melibatkan berbagai gerakan, seperti berjalan cepat, berlari pendek, mengubah arah, menjangkau bola, dan mengayunkan lengan. Kombinasi gerakan tersebut membutuhkan koordinasi, keseimbangan, serta kemampuan tubuh untuk merespons perubahan posisi dengan cepat.

Bagi pemula yang belum terbiasa berolahraga atau individu yang langsung bermain dengan intensitas tinggi, gerakan tersebut dapat meningkatkan risiko cedera.


Mengapa Bermain Pickleball Bisa Menyebabkan Cedera?

Cedera saat bermain pickleball dapat terjadi karena berbagai faktor, baik akibat gerakan mendadak maupun penggunaan otot dan sendi secara berulang.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera antara lain:

  1. Perubahan arah secara mendadak.Ā Gerakan mengejar bola, berhenti tiba-tiba, atau berputar dengan cepat dapat memberikan tekanan pada lutut dan pergelangan kaki.

  2. Gerakan berulang.Ā Ayunan paddle yang dilakukan terus-menerus dapat membebani otot dan tendon, terutama pada siku dan bahu.

  3. Kurangnya pemanasan.Ā Tubuh yang belum dipersiapkan sebelum berolahraga dapat mengalami kesulitan beradaptasi dengan gerakan yang dilakukan.

  4. Intensitas olahraga yang terlalu tinggi.Ā Bermain terlalu lama atau meningkatkan intensitas secara tiba-tiba dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan risiko cedera.

  5. Keseimbangan dan kondisi fisik yang belum optimal.Ā Kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan yang kurang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh saat bergerak di lapangan.

Risiko cedera juga dapat dipengaruhi oleh usia, riwayat cedera sebelumnya, kondisi kesehatan, serta teknik bermain yang kurang tepat.


Jenis Cedera yang Perlu Diwaspadai Saat Bermain Pickleball

Beberapa bagian tubuh yang perlu diperhatikan saat bermain pickleball meliputi:

1. Cedera Pergelangan Kaki

Pergelangan kaki dapat mengalami cedera ketika pemain salah mendarat, kehilangan keseimbangan, atau mengubah arah secara tiba-tiba. Salah satu cedera yang dapat terjadi adalah keseleo atau ankle sprain, yaitu cedera pada ligamen yang menopang sendi pergelangan kaki.

Gejalanya dapat berupa nyeri, pembengkakan, memar, dan kesulitan menapak. Jika nyeri terasa berat atau kaki sulit digunakan untuk berjalan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.


2. Cedera Lutut

Gerakan berhenti mendadak, berputar, atau mengejar bola dapat memberikan tekanan pada sendi lutut. Kondisi ini berpotensi menyebabkan cedera ligamen, meniskus, atau jaringan lain di sekitar lutut.

Keluhan yang perlu diperhatikan antara lain nyeri, pembengkakan, lutut terasa tidak stabil, atau kesulitan menekuk dan meluruskan lutut. Risiko dapat lebih tinggi pada pemain dengan riwayat cedera lutut atau masalah sendi sebelumnya.


3. Tennis Elbow atau Nyeri pada Siku

Meskipun lebih dikenal sebagai cedera pada pemain tenis, tennis elbow juga dapat terjadi pada pemain pickleball. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada tendon di bagian luar siku akibat beban berulang pada otot lengan bawah.


Gerakan mengayunkan paddle dan menggenggamnya berulang kali dapat memicu atau memperburuk keluhan. Gejalanya berupa nyeri di bagian luar siku yang dapat menjalar ke lengan bawah, terutama ketika menggenggam benda, mengangkat barang, atau menggerakkan pergelangan tangan.


4. Cedera Bahu

Bahu berperan penting dalam gerakan mengayunkan paddle dan menjangkau bola. Gerakan berulang, teknik ayunan yang kurang tepat, atau peningkatan intensitas permainan secara mendadak dapat menyebabkan nyeri dan gangguan pada otot maupun tendon di sekitar bahu.


Keluhan dapat berupa nyeri ketika mengangkat lengan, keterbatasan gerak, atau rasa tidak nyaman setelah bermain. Jika nyeri menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.


5. Cedera Otot dan Jaringan Lunak

Gerakan cepat dan perubahan arah yang berulang dapat menyebabkan otot mengalami ketegangan atau cedera. Keluhan ini dapat muncul pada otot betis, paha, dan lengan.


Gejalanya dapat berupa nyeri, kaku, atau rasa tertarik saat menggerakkan bagian tubuh tertentu. Kelelahan dan kurangnya persiapan fisik sebelum bermain dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera otot.


Bagaimana Cara Mencegah Cedera Saat Bermain Pickleball?

Pickleball tetap dapat menjadi aktivitas fisik yang bermanfaat jika dilakukan dengan persiapan dan intensitas yang sesuai. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko cedera:


1. Lakukan Pemanasan Sebelum Bermain

Luangkan waktu sekitar 5–10 menit untuk melakukan pemanasan, seperti berjalan cepat dan gerakan dinamis pada bahu, lengan, pinggul, lutut, serta pergelangan kaki. Pemanasan membantu mempersiapkan tubuh sebelum melakukan gerakan yang lebih intens.


2. Gunakan Sepatu yang Sesuai

Pilih sepatu olahraga yang memberikan dukungan dan stabilitas lateral atau gerakan menyamping. Sepatu yang sesuai dengan permukaan lapangan dapat membantu menyesuaikan kestabilan saat bergerak dan mengubah arah.


3. Tingkatkan Intensitas secara Bertahap

Bagi pemula, mulailah dengan durasi permainan yang lebih singkat dan intensitas ringan. Tingkatkan durasi serta frekuensi bermain secara bertahap sesuai kemampuan tubuh. Hindari memaksakan diri ketika tubuh mulai merasa lelah.


4. Latih Kekuatan dan Keseimbangan Tubuh

Latihan kekuatan dan keseimbangan otot kaki, otot inti, dan bahu dapat membantu mendukung pergerakan tubuh selama bermain serta meningkatkan kontrol tubuh ketika berpindah posisi atau mengubah arah.


5. Pelajari Teknik Bermain yang Benar

Teknik bergerak, posisi tubuh, cara menggenggam paddle, dan teknik mengayun yang tepat dapat membantu mengurangi beban berlebihan pada sendi dan otot. Pemula dapat mempelajari teknik dasar dari pelatih yang kompeten.


6. Berikan Waktu Istirahat yang Cukup

Hindari bermain terus-menerus tanpa jeda. Istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan diri dan mengurangi risiko cedera akibat kelelahan atau gerakan berulang.


7. Jangan Abaikan Rasa Nyeri

Jika muncul nyeri saat bermain, hentikan aktivitas dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkan permainan. Nyeri yang berat, pembengkakan, kesulitan menapak, atau keterbatasan gerak perlu mendapatkan perhatian medis segera.


Apakah Pemula dan Lansia Perlu Lebih Berhati-hati?

Pickleball dapat menjadi pilihan aktivitas fisik bagi berbagai kelompok usia. Namun, tingkat kebugaran, keseimbangan, kondisi sendi, dan riwayat kesehatan perlu dipertimbangkan sebelum mulai bermain.


Bagi pemula, sebaiknya pelajari teknik dasar dan mulai dengan intensitas ringan. Sementara itu, lansia atau individu dengan riwayat penyakit jantung, gangguan sendi, maupun cedera sebelumnya perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatannya.


Apabila memiliki kondisi medis tertentu atau sudah lama tidak berolahraga, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan jenis dan intensitas aktivitas fisik yang sesuai.


Kapan Harus Memeriksakan Cedera ke Dokter?

Tidak semua nyeri setelah olahraga menandakan cedera serius. Namun, keluhan tertentu perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganannya sesuai.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami:

  • Nyeri hebat setelah terjatuh atau melakukan gerakan mendadak.

  • Pembengkakan yang signifikan atau muncul dengan cepat.

  • Sendi tampak berubah bentuk atau terasa tidak stabil.

  • Tidak mampu menapak atau menggunakan anggota tubuh seperti biasa.

  • Mati rasa atau kesemutan yang baru muncul setelah cedera.

  • Nyeri yang tidak membaik, berulang, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan cedera otot, tendon, ligamen, atau struktur sendi lainnya. Dokter akan menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi pasien.


Kesimpulan

Pickleball merupakan olahraga rekreasi yang menyenangkan dan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Namun, gerakan cepat, perubahan arah mendadak atau ayunan berulang dapat meningkatkan risiko cedera pada pergelangan kaki, lutut, siku, bahu, maupun otot.


Melakukan pemanasan, menggunakan sepatu yang sesuai, meningkatkan intensitas secara bertahap, dan tidak mengabaikan rasa nyeri merupakan langkah penting untuk membantu mengurangi risiko cedera. Dengan persiapan yang tepat, aktivitas olahraga dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.


Tetap aktif dan jaga kesehatan tulang serta sendi Sahabat Darmo saat berolahraga. Jika mengalami nyeri atau cedera yang tidak kunjung membaik, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter di RS Darmo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.


Darmo Orthopaedics Excellence Center RS Darmo siap mendukung kesehatan tulang, sendi, dan sistem gerak Anda. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900


Referensi

  1. USA Pickleball. Official Rulebook and Pickleball Resources.Ā https://usapickleball.org/

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. (2024). Mengenal Cedera Olahraga dan Cara Pencegahannya.Ā 

  3. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Sports Injuries.Ā https://orthoinfo.aaos.org/

  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Physical Activity Basics.Ā https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/

  5. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS). Sports Injuries.Ā https://www.niams.nih.gov/health-topics/sports-injuries


Author : dr. Stephanie Pereira


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page