top of page

Penyakit pada Anak Akibat Lupa Cuci Tangan yang Perlu Diwaspadai

16 jam yang lalu
6 menit membaca
anak harus rajin cuci tangan
Image Source:Ā pexels.com

Anak yang sering lupa mencuci tangan lebih mudah terpapar dan menyebarkan kuman penyebab berbagai penyakit, terutama infeksi saluran pencernaan dan infeksi saluran pernapasan. Tangan dapat menjadi media perpindahan kuman ketika anak menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Karena itu, membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun pada waktu-waktu penting dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit.


Mengapa Anak Perlu Rajin Mencuci Tangan?

Anak sering beraktivitas dengan menyentuh berbagai benda, bermain di lantai, berbagi mainan dengan teman, serta menyentuh wajah tanpa menyadarinya. Kebiasaan tersebut membuat tangan dapat menjadi salah satu media perpindahan kuman.

Beberapa alasan anak perlu dibiasakan mencuci tangan dengan sabun antara lain:

  1. Anak sering menyentuh berbagai benda dan permukaan.Ā Mainan, meja, gagang pintu, alat tulis, dan permukaan lainnya dapat terkontaminasi kuman.

  2. Tangan dapat menjadi media perpindahan kuman.Ā Kuman dapat berpindah dari permukaan yang terkontaminasi ke tangan, kemudian ke bagian tubuh atau benda lainnya.

  3. Anak sering menyentuh mulut, hidung, dan mata.Ā Kebiasaan ini dapat memudahkan kuman masuk ke tubuh.

  4. Risiko penularan dapat terjadi di rumah maupun sekolah.Ā Anak dapat menularkan atau tertular penyakit melalui kontak dengan orang lain dan benda yang digunakan bersama.

  5. Mencuci tangan dengan sabun membantu mengurangi penyebaran kuman.Ā Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan dan mencegah penularan penyakit.


Penyakit Apa Saja yang Bisa Muncul Akibat Tidak Mencuci Tangan?

Tangan yang kotor tidak selalu menyebabkan seseorang langsung sakit. Namun, tangan dapat membawa berbagai kuman yang berpotensi menyebabkan infeksi ketika berpindah ke makanan, mulut, hidung, mata, atau bagian tubuh lainnya.

Beberapa penyakit pada anak akibat tidak mencuci tangan yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan

Kuman penyebab diare dapat berpindah melalui tangan yang terkontaminasi, terutama ketika anak menyentuh makanan atau memasukkan tangan ke mulut.

Diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk virus, bakteri, dan parasit. Gejalanya dapat berupa buang air besar lebih sering dengan konsistensi tinja yang lebih cair, sakit perut, mual, atau muntah.

Mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum makan atau menyiapkan makanan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran kuman penyebab infeksi saluran pencernaan.


2. Flu dan Infeksi Saluran Pernapasan

Kuman penyebab infeksi saluran pernapasan juga dapat berpindah melalui tangan. Misalnya, anak menyentuh permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Infeksi saluran pernapasan dapat menimbulkan gejala seperti:

  1. Batuk.

  2. Pilek atau hidung tersumbat.

  3. Bersin.

  4. Sakit tenggorokan.

  5. Demam pada sebagian kondisi.

Mencuci tangan secara rutin, terutama setelah batuk, bersin, atau membuang ingus, dapat membantu mengurangi kemungkinan penyebaran kuman kepada orang lain.


3. Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Penyakit tangan, kaki, dan mulut atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) cukup sering terjadi pada anak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi.


Gejalanya dapat berupa demam, sariawan atau luka di dalam mulut, serta ruam atau lepuhan pada tangan dan kaki.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi.


4. Infeksi Mata

Anak yang sering menyentuh atau menggosok mata dengan tangan yang belum bersih dapat meningkatkan risiko perpindahan kuman ke area mata.

Salah satu infeksi yang dapat terjadi adalah konjungtivitis atau mata merah. Gejalanya dapat berupa mata merah, berair, gatal, terasa mengganjal, atau muncul kotoran pada mata.

Jika anak mengalami mata merah dan keluhan semakin berat, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.


5. Infeksi Cacing

Beberapa jenis cacing dapat menular melalui tanah atau benda yang terkontaminasi telur cacing. Anak yang bermain di tanah kemudian makan tanpa mencuci tangan dapat berisiko memasukkan kuman atau telur cacing ke dalam tubuh.


Karena itu, mencuci tangan setelah bermain di luar rumah dan sebelum makan merupakan salah satu kebiasaan kebersihan yang penting untuk diajarkan kepada anak.


Kapan Anak Harus Mencuci Tangan dengan Sabun?

Anak sebaiknya dibiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir pada beberapa waktu penting berikut:

1. Sebelum Makan

Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan sebelum waktu makan. Mencuci tangan sebelum makan membantu mengurangi kemungkinan kuman ikut masuk ke tubuh bersama makanan.


2. Sebelum Menyiapkan atau Menyentuh Makanan

Kebiasaan ini penting bagi anak yang sudah mulai membantu menyiapkan makanan atau mengambil makanan sendiri. Tangan yang bersih juga membantu mengurangi risiko kontaminasi makanan.


3. Setelah Menggunakan Toilet

Setelah menggunakan toilet, anak perlu mencuci tangan dengan sabun untuk membersihkan kuman yang mungkin menempel di tangan.


4. Setelah Bermain di Luar Rumah

Tanah, pasir, mainan, dan berbagai permukaan di luar rumah dapat membuat tangan menjadi kotor dan terkontaminasi kuman.


5. Setelah Menyentuh Hewan

Anak perlu mencuci tangan setelah menyentuh hewan, termasuk hewan peliharaan, karena kuman tertentu dapat berpindah dari hewan ke manusia.


6. Setelah Batuk, Bersin, atau Membuang Ingus

Ajarkan anak mencuci tangan setelah batuk, bersin, atau membuang ingus untuk membantu mengurangi penyebaran kuman kepada orang lain.


7. Setelah Mengganti Popok atau Membantu Anak Menggunakan Toilet

Orang tua atau pengasuh juga perlu mencuci tangan setelah mengganti popok atau membantu anak menggunakan toilet.


8. Ketika Tangan Terlihat Kotor

Jika tangan anak terlihat kotor, segera ajak anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.


Bagaimana Cara Mencuci Tangan yang Benar pada Anak?

Mencuci tangan tidak cukup hanya dengan membasahi tangan menggunakan air. Anak perlu diajarkan cara membersihkan seluruh permukaan tangan dengan sabun.

1. Basahi Tangan dengan Air Mengalir

Basahi kedua tangan menggunakan air mengalir.


2. Gunakan Sabun

Gunakan sabun secukupnya dan ratakan pada seluruh permukaan tangan.


3. Gosok Seluruh Permukaan Tangan Selama Minimal 20 Detik

Ajarkan anak untuk tidak hanya menggosok telapak tangan. Pastikan seluruh bagian tangan dibersihkan, termasuk:

  1. Telapak tangan.

  2. Punggung tangan.

  3. Sela-sela jari.

  4. Ujung jari dan bawah kuku.

Anak dapat diajak menyanyi atau menghitung bersama agar durasi mencuci tangan terasa lebih mudah dan menyenangkan.


4. Bilas hingga Bersih

Bilas tangan menggunakan air mengalir sampai tidak ada sisa sabun.


5. Keringkan Tangan

Keringkan tangan menggunakan handuk bersih atau tisu. Tangan yang sudah dicuci sebaiknya tidak kembali menyentuh permukaan yang kotor.


Bagaimana Membiasakan Anak Rajin Cuci Tangan?

Anak tidak selalu langsung terbiasa mencuci tangan setiap kali diperlukan. Kebiasaan ini perlu dibangun secara bertahap dan konsisten.

1. Berikan Contoh Langsung

Anak belajar banyak dari apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Biasakan Anda mencuci tangan pada waktu yang sama sehingga anak melihat bahwa kebersihan tangan merupakan bagian dari rutinitas sehari-hari.


2. Buat Rutinitas Cuci Tangan Sebelum Makan dan Setelah dari Toilet

Daripada hanya mengingatkan ketika tangan terlihat kotor, buat beberapa waktu mencuci tangan menjadi rutinitas tetap.

Misalnya, selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain di luar.


3. Letakkan Sabun di Tempat yang Mudah Dijangkau Anak

Pastikan anak dapat mengambil sabun dan mencapai air mengalir dengan aman. Jika wastafel terlalu tinggi, Anda dapat menyediakan pijakan yang kokoh dan sesuai untuk anak.


4. Ajarkan Langkah Mencuci Tangan dengan Cara yang Menyenangkan

Gunakan lagu, hitungan, atau permainan sederhana agar anak tidak merasa bahwa mencuci tangan adalah aktivitas yang membosankan.


5. Berikan Pengingat secara Konsisten

Anak mungkin masih membutuhkan pengingat, terutama ketika sedang asyik bermain. Sampaikan dengan singkat dan konsisten, misalnya, "Sebelum makan, cuci tangan dulu, ya."


6. Puji Anak ketika Berhasil Melakukannya tanpa Diingatkan

Apresiasi sederhana dapat membantu memperkuat kebiasaan positif. Misalnya, berikan pujian ketika anak langsung mencuci tangan setelah bermain tanpa perlu diingatkan.

Membiasakan kebersihan tangan sejak dini dapat membantu membentuk kebiasaan sehat yang terbawa hingga anak tumbuh besar.


Kapan Anak yang Sakit Perlu Dibawa ke Dokter?

Tidak semua penyakit dapat dicegah hanya dengan mencuci tangan. Jika anak sudah mengalami gejala penyakit, perhatikan kondisi dan perkembangannya.

Segera konsultasikan kondisi anak kepada dokter jika terdapat tanda seperti:

  1. Diare yang berlangsung berkepanjangan.

  2. Diare disertai darah.

  3. Anak sulit minum atau tidak mau minum.

  4. Muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti sangat haus, buang air kecil lebih sedikit, mulut kering, atau anak terlihat sangat lemas.

  5. Demam yang menetap atau tinggi.

  6. Sesak atau kesulitan bernapas.

  7. Anak terlihat sangat lemas atau sulit dibangunkan.

  8. Gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Pada anak, beberapa kondisi dapat berkembang lebih cepat. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa kondisi anak tidak seperti biasanya.


Kesimpulan

Kebiasaan tidak mencuci tangan dapat meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit pada anak, terutama diare dan infeksi saluran pernapasan. Tangan yang terkontaminasi dapat membawa kuman ketika anak menyentuh makanan, mulut, hidung, mata, atau benda di sekitarnya.

Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun pada waktu yang tepat merupakan langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Kebiasaan ini semakin penting untuk diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.


Yuk, jadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kesehatan Si Kecil. Jika anak mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik atau semakin berat, konsultasikan kondisinya dengan dokter di RS Darmo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900


Referensi


Author : Susi Rinawati, S.Kep.Ns

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page