top of page

Jangan Anggap Sepele! Batuk Akibat Abu atau Kabut Asap Bisa Jadi ISPA

  • 14 menit yang lalu
  • 5 menit membaca
Image Source: unsplash.com
Image Source: unsplash.com

Batuk setelah terpapar abu atau kabut asap jangan selalu dianggap sebagai batuk biasa.Ā Paparan asap mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus, silika kristalin dan mineral maupun senyawa vulkanik lainnya yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi serta peradangan. Kondisi ini dapat memicu batuk karena abu atau asap, tenggorokan terasa gatal atau kering, mengi, hingga sesak napas.

Pada sebagian orang, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung, paparan abu atau kabut asap dapat menimbulkan gejala yang lebih berat. Karena itu, penting untuk mengenali gejala ISPAĀ dan mengetahui kapan keluhan akibat ISPA akibat asapĀ perlu diperiksakan ke dokter.



Jangan Remehkan ISPA Akibat Abu atau Kabut Asap

Abu atau kabut asap dapat mengandung partikel dan berbagai polutan yang mengganggu sistem pernapasan. Partikel berukuran sangat kecil, seperti PM10 dan PM2.5, silika kristalin dan mineral maupun senyawa vulkanik lainnya dapat masuk hingga ke bagian dalam paru dan berkaitan dengan berbagai gangguan pernapasan.

Paparan abu atau kabut asap dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi seperti asma atau penyakit paru yang sudah ada sebelumnya. Gejalanya dapat berupa batuk, tenggorokan teriritasi, mengi, dan kesulitan bernapas.Ā 


Apa Saja Gejala ISPA Akibat Abu atau Kabut Asap?

Gejala ISPA akibat abu atau kabut asapĀ dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada tingkat paparan dan kondisi kesehatan masing-masing.


Abu atau kabut asap
Image Source: Unsplash.com

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Batuk kering atau berdahak.

  • Tenggorokan terasa gatal atau perih.

  • Hidung berair atau tersumbat.

  • Bersin.

  • Suara serak.

  • Mata terasa perih atau berair.

  • Mengi atau napas berbunyi.

  • Sesak napas.

  • Dada terasa tidak nyaman.

  • Tubuh terasa lelah.

Paparan abu atau kabut asap juga dapat menyebabkan sakit kepala dan iritasi pada mata maupun saluran pernapasan.


7 Hal yang Perlu Diketahui tentang ISPA Akibat Abu atau Kabut Asap

1. Batuk Bisa Menjadi Tanda Saluran Pernapasan Teriritasi

Batuk karena abu atau kabut asapĀ merupakan salah satu respons tubuh ketika saluran pernapasan terpapar partikel dan zat iritan.

Jika paparan terus berlangsung, iritasi pada saluran pernapasan dapat semakin berat dan menyebabkan batuk yang menetap atau disertai keluhan pernapasan lainnya.


2. Abu atau Kabut Asap Dapat Masuk hingga ke Paru

Partikel abu atau kabut asap yang halus dapat masuk ke dalam paru. Sebagian partikel tersebut bahkan dapat masuk ke aliran darah.

Karena itu, paparan abu atau kabut asapĀ bukan hanya menyebabkan rasa tidak nyaman sementara, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan apabila paparannya tinggi atau berlangsung terus-menerus.


3. Anak-Anak Lebih Rentan

Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara karena kondisi parunya masih berkembang. Paparan abu atau kabut asap dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan pernapasan dan memperburuk penyakit seperti asma.


4. Lansia dan Orang dengan Penyakit Kronis Perlu Lebih Waspada

Lansia serta orang yang memiliki penyakit paru atau jantung dapat mengalami gejala yang lebih berat ketika terpapar abu atau kabut asap.

Pada penderita asma atau penyakit paru kronis, paparan abu atau kabut asap dapat memperburuk gejala dan dalam kondisi tertentu membutuhkan penanganan medis.


5. Batuk Tidak Selalu Berarti Infeksi

Batuk setelah terpapar abu atau kabut asap tidak selalu berarti seseorang mengalami infeksi.

Partikel dan zat iritan dari abu atau kabut asap sendiri dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran pernapasan sehingga memicu batuk, bahkan tanpa adanya infeksi.

Karena itu, penyebab batuk perlu dilihat bersama gejala lainnya dan kondisi pasien.


6. Paparan Abu atau Kabut Asap Sebaiknya Dikurangi

Semakin banyak dan semakin lama seseorang terpapar polusi udara, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap kesehatan.

Saat kualitas udara buruk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan upayakan untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.


7. Jangan Menunggu sampai Sesak Berat

Batuk akibat paparan abu atau kabut asap yang tidak kunjung membaik, terutama jika disertai sesak napas atau mengi, sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menilai kondisi saluran pernapasan dan menentukan apakah terdapat gangguan lain yang perlu ditangani.


Bagaimana Cara Mencegah ISPA Akibat Abu atau Kabut Asap?

Saat kondisi udara dipenuhi abu atau kabut asap, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi paparan.

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Hindari atau batasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk, terutama aktivitas fisik berat yang membuat frekuensi pernapasan meningkat.


2. Gunakan Masker yang Sesuai

Saat harus berada di luar ruangan, gunakan masker seperti masker N-95 atau respirator yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.


3. Tutup Pintu dan Jendela Saat Udara di Luar Buruk

Jika memungkinkan, kurangi masuknya udara luar yang tercemar ke dalam rumah ketika kualitas udara sedang buruk.


4. Pantau Kualitas Udara

Perhatikan informasi kualitas udara di wilayah Sahabat Darmo dan sesuaikan aktivitas, terutama bagi kelompok rentan.


5. Hindari Menambah Polusi di Dalam Rumah

Hindari aktivitas yang menghasilkan asap tambahan di dalam rumah, seperti merokok atau membakar sampah.


6. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Minum cukup air membantu menjaga kondisi tubuh dan mencegah tenggorokan semakin kering atau tidak nyaman.


Kapan Batuk karena Abu atau Kabut Asap Harus Diperiksakan?

Tidak semua batuk akibat paparan abu atau kabut asap membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, Sahabat Darmo sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila:

  1. Batuk tidak kunjung membaik atau terus berulang.

  2. Batuk semakin berat meskipun sudah mengurangi paparan abu atau kabut asap.

  3. Batuk disertai sesak napas.

  4. Muncul mengi atau napas berbunyi.

  5. Dada terasa nyeri atau tertekan.

  6. Tubuh terasa sangat lemas atau mengalami penurunan kondisi yang signifikan.

  7. Memiliki asma, PPOK, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya dan gejalanya memburuk.

  8. Keluhan terjadi pada bayi, anak-anak, lansia, atau kelompok rentan lainnya.


CDC juga menyarankan untuk menghubungi tenaga kesehatan apabila mengalami kesulitan bernapas, sesak nafas, batuk yang tidak berhenti, atau gejala lain yang tidak kunjung membaik setelah terpapar abu atau kabut asap.


Kapan Harus Segera ke IGD?

Jangan menunda mendapatkan pertolongan medis apabila muncul sesak napas berat, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi darurat lainnya.

Pada kondisi seperti ini, segera kunjungi IGD atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.


Apa yang Bisa Dilakukan Jika Sudah Mengalami Batuk karena Abu atau Kabut Asap?

Jika Anda mengalami batuk karena abu atau kabut asap, langkah pertama adalah mengurangi paparan abu atau kabut asap sebanyak mungkin.

Anda dapat:

  1. Berpindah ke lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik.

  2. Mengurangi aktivitas fisik berat.

  3. Minum air yang cukup.

  4. Menghindari rokok dan asap lainnya.

  5. Memantau perkembangan gejala.

  6. Berkonsultasi dengan dokter jika batuk menetap atau disertai keluhan pernapasan lainnya.

Hindari mengonsumsi obat batuk atau antibiotik secara sembarangan. Tidak semua batuk akibat abu atau kabut asap disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga penggunaan antibiotik harus berdasarkan pemeriksaan dan indikasi dokter.


Siapa yang Perlu Lebih Waspada terhadap Abu atau Kabut Asap?

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat polusi udara, yaitu:

  • Bayi dan anak-anak.

  • Lansia.

  • Ibu hamil.

  • Orang dengan asma.

  • Orang dengan PPOK atau penyakit paru lainnya.

  • Orang dengan penyakit jantung.

  • Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.

WHO menyebutkan bahwa anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat polusi udara.


Kesimpulan

ISPA akibat abu atau asap tidak sebaiknya diremehkan, terutama ketika abu atau kabut asap sedang pekat atau kualitas udara memburuk. Partikel halus dalam abu atau kabut asap dapat mengiritasi saluran pernapasan, masuk ke dalam paru, dan memperburuk kondisi seperti asma maupun penyakit paru lainnya.


Kenali gejala ISPAĀ seperti batuk, tenggorokan teriritasi, mengi, dan sesak napas. Kurangi paparan abu atau kabut asap, pantau kualitas udara, dan segera periksakan diri apabila batuk menetap, semakin berat, atau disertai gangguan pernapasan.


Mengalami batuk yang tidak kunjung membaik setelah terpapar abu atau kabut asap? Jangan tunggu sampai gejalanya semakin berat.

Konsultasikan kondisi Sahabat Darmo dengan dokter di Rumah Sakit DarmoĀ untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900 untuk membuat janji temu.


Referensi

  • World Health Organization. Air quality, energy and health – Health impacts.

  • World Health Organization. (2026). Wildfire smoke: a frequently underestimated health risk.

  • World Health Organization. (2026). Health effects of air pollution: evidence and implications.

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). How Wildfire Smoke Affects Your Body.

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Wildfire Smoke and People with Chronic Conditions.

  • U.S. Environmental Protection Agency. (2026). Health and Environmental Effects of Particulate Matter.

  • U.S. Environmental Protection Agency. (2026). Particle Pollution and Respiratory Effects.


Author : dr. Stephanie Pereira

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

​

   TELEPON   

031-5676253 - 6

​

   FAX.   

031-5620690

​

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

​

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

​

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

​​

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page