Jangan Sepelekan Menahan Buang Air Kecil dan Kurang Minum, Ini Dampaknya bagi Ginjal
- 6 menit yang lalu
- 3 menit membaca

Menahan buang air kecil dan kurang minum air putih sering terjadi tanpa disadari, terutama saat aktivitas padat atau sibuk bekerja. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi jika berlangsung terus-menerus dapat memberi dampak pada kesehatan ginjal. Ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ketika cairan tubuh kurang dan urine terlalu lama ditahan, beban kerja ginjal dapat meningkat.
Artikel ini akan membahas dampak kebiasaan menahan buang air kecil dan kurang minum terhadap ginjal, risiko kesehatan yang dapat muncul, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Peran Ginjal dalam Tubuh
Ginjal berfungsi menyaring darah dari zat sisa metabolisme dan racun, lalu membuangnya melalui urine. Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, dan tekanan darah.
Agar fungsi ini berjalan optimal, ginjal membutuhkan asupan cairan yang cukup. Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Mengapa Kurang Minum Berisiko bagi Ginjal?
Kurang minum membuat tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan hingga berat. Dampaknya bagi ginjal antara lain:
1. Urine Menjadi Lebih Pekat
Saat cairan tubuh kurang, ginjal menghasilkan urine yang lebih pekat. Kondisi ini memudahkan mineral dan zat sisa mengendap, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
2. Beban Kerja Ginjal Meningkat
Ginjal harus menyaring darah dengan jumlah cairan yang terbatas. Jika terjadi terus-menerus, fungsi ginjal dapat menurun secara perlahan.
3. Risiko Gangguan Ginjal Jangka Panjang
Dehidrasi kronis dapat memperbesar risiko gangguan ginjal, terutama bila disertai faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.
Dampak Sering Menahan buang air kecil
Menahan buang air kecil sesekali umumnya tidak langsung menimbulkan masalah. Namun, jika menjadi kebiasaan, beberapa risiko berikut dapat muncul:
1. Infeksi Saluran Kemih
Urine yang tertahan terlalu lama memberi kesempatan bakteri berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
2. Gangguan Fungsi Kandung Kemih
Kandung kemih yang sering dipaksa menahan urine dapat kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, kemampuan menampung dan mengosongkan urine menjadi tidak optimal.
3. Tekanan ke Arah Ginjal
Urine yang tertahan terlalu lama dapat meningkatkan tekanan ke saluran kemih bagian atas, yang dalam kondisi tertentu dapat mempengaruhi kesehatan ginjal.
Kombinasi Tahan buang air kecil dan Kurang Minum Menimbulkan Risiko Lebih Besar
Kurang minum membuat urine lebih pekat, sementara menahan buang air kecil membuat urine berada lebih lama di saluran kemih. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko batu ginjal, infeksi berulang, dan gangguan fungsi ginjal secara bertahap.
Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri pinggang, anyang-anyangan, atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
Tanda Gangguan Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Segera perhatikan dan jangan abaikan bila Anda mengalami:
Urine berwarna sangat pekat atau keruh
Nyeri atau rasa perih saat buang air kecil
Nyeri pinggang atau perut bagian bawah
Frekuensi buang air kecil berkurang drastis
Bengkak pada kaki atau wajah
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda gangguan ginjal atau saluran kemih.
Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Sehari-hari
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan ginjal:
1. Cukupi Asupan Cairan
Minum air putih secara teratur sepanjang hari. Jangan menunggu rasa haus untuk mulai minum.
2. Jangan Biasakan Menahan buang air kecil
Segera buang air kecil saat ada dorongan, terutama jika kondisi memungkinkan.
3. Perhatikan Warna Urine
Urine berwarna kuning muda menandakan hidrasi cukup. Urine yang terlalu pekat bisa menjadi tanda kurang minum.
4. Terapkan Pola Hidup Sehat
Konsumsi makanan seimbang, batasi garam berlebihan, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin.
Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika Anda mengalami:
Nyeri hebat di pinggang atau perut
Demam disertai nyeri saat buang air kecil
Darah dalam urine
Keluhan berulang meski sudah memperbaiki kebiasaan minum
Pemeriksaan dini membantu mencegah gangguan ginjal yang lebih serius.
Kesimpulan
Menahan buang air kecil dan kurang minum bukan kebiasaan sepele. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga gangguan fungsi ginjal. Dengan mencukupi cairan harian dan membiasakan buang air kecil tepat waktu, kesehatan ginjal dapat dijaga dengan lebih baik.
Jika muncul keluhan nyeri ketika mau buang air kecil, segera konsultasikan dengan dokter di RS Darmo Surabaya, hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900
Referensi :Ā
Popkin, B. M., DāAnci, K. E., & Rosenberg, I. H. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition Reviews, 68(8), 439ā458. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2010.00304.xĀ
Healthy hydration and your kidneys. (n.d.). National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/kidney-topics/healthy-hydration-and-your-kidneysĀ
Author : dr. Decsa Medika H, Sp.PD, K-GH
.png)

_edited.png)



Komentar