top of page

Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahan Kelahiran Prematur

  • Gambar penulis: Marketing RS Darmo
    Marketing RS Darmo
  • 12 menit yang lalu
  • 2 menit membaca
Cara Penjegahan Kelahiran prematur
Image Source: pexels.com

Kelahiran prematur, yaitu kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu, hal ini masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang bahkan komplikasi serius pada bayi.


Lalu, apa penyebab bayi lahir prematur dan bagaimana cara mencegah kelahiran prematur? Artikel ini akan membahas faktor risiko, tanda-tanda awal, dan langkah pencegahan agar kehamilan dapat dijaga hingga waktu persalinan yang ideal.


Apa Itu Kelahiran Prematur?

Bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.Semakin dini usia kehamilan saat lahir, semakin tinggi risiko komplikasi yang mungkin dialami bayi.


Dampak Kelahiran Prematur

Bayi yang lahir secara prematur memiliki risiko:

  • Gangguan pernapasan

  • Berat badan lahir rendah

  • Masalah pencernaan

  • Ketidakmatangan organ vital, termasuk otak dan paru-paru


Oleh karena itu, bayi prematur biasanya memerlukan perawatan di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) untuk memantau kondisi selama masa adaptasi.


Faktor Risiko Kelahiran Prematur

1. Faktor dari Ibu

Beberapa kondisi pada ibu dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur:

  1. Usia ibu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun

  2. Riwayat persalinan prematur sebelumnya

  3. Kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, atau infeksi

  4. Stres berlebihan dan kelelahan selama kehamilan

  5. Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau asupan gizi tidak mencukupi


2. Faktor dari Kehamilan

Selain kondisi ibu, faktor dari kehamilan juga dapat memengaruhi:

  1. Kehamilan kembar dua atau lebih

  2. Ketuban pecah dini

  3. Masalah pada rahim atau leher rahim (serviks lemah)

  4. Infeksi saluran kemih atau infeksi pada rahim


3. Faktor Sosial dan Lingkungan

Lingkungan juga memiliki peran:

  1. Kurangnya akses pemeriksaan kehamilan rutin

  2. Beban kerja fisik terlalu berat

  3. Tekanan sosial, stres, atau kekerasan rumah tangga


Tanda-Tanda Awal Persalinan Prematur

Anda perlu segera memeriksakan diri jika merasakan:

  • Kontraksi lebih dari 4 kali dalam 1 jam sebelum usia 37 minggu

  • Nyeri punggung bawah yang tidak membaik

  • Sensasi tekanan pada panggul, seperti bayi turun

  • Kram perut mirip nyeri haid

  • Keluar cairan dari vagina (kemungkinan ketuban pecah dini)

Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera periksa ke dokter kandungan untuk evaluasi lebih lanjut.


Cara Mencegah Kelahiran Prematur

1. Perawatan Kehamilan Rutin

  • Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur

  • Laporkan setiap perubahan fisik atau keluhan

2. Menjaga Pola Hidup Sehat

  • Konsumsi makanan bergizi tinggi protein, zat besi, dan asam folat

  • Hindari rokok, alkohol, dan stres berlebihan

  • Cukup tidur dan hindari aktivitas fisik berat

3. Penanganan Medis untuk Ibu Berisiko Tinggi

  • Dokter dapat memberikan progesteron untuk menguatkan rahim

  • Cerclage yaitu jahitan leher rahim bila serviks lemah

  • Rawat inap dan pemantauan ketat jika muncul tanda persalinan prematur


Kesimpulan

Kelahiran prematur dapat dicegah apabila faktor risikonya dikenali sejak dini. Pemeriksaan kehamilan yang teratur, gaya hidup sehat, dan penanganan medis yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi hingga waktu persalinan yang ideal.


Jika Anda sedang hamil atau memiliki risiko kelahiran prematur, konsultasikan kesehatan kehamilan Anda di RS Darmo.Tim dokter spesialis kandungan kami siap mendampingi kehamilan Anda dengan penuh perhatian dan perawatan yang tepat. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 895-4063-33700


Referensi : 


Author: dr. Pramudyo Sp.OG, Subsp. KFM


 
 
 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo
bottom of page