Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahan Kelahiran Prematur
- Marketing RS Darmo
- 12 menit yang lalu
- 2 menit membaca

Kelahiran prematur, yaitu kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu, hal ini masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang bahkan komplikasi serius pada bayi.
Lalu, apa penyebab bayi lahir prematur dan bagaimana cara mencegah kelahiran prematur? Artikel ini akan membahas faktor risiko, tanda-tanda awal, dan langkah pencegahan agar kehamilan dapat dijaga hingga waktu persalinan yang ideal.
Apa Itu Kelahiran Prematur?
Bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.Semakin dini usia kehamilan saat lahir, semakin tinggi risiko komplikasi yang mungkin dialami bayi.
Dampak Kelahiran Prematur
Bayi yang lahir secara prematur memiliki risiko:
Gangguan pernapasan
Berat badan lahir rendah
Masalah pencernaan
Ketidakmatangan organ vital, termasuk otak dan paru-paru
Oleh karena itu, bayi prematur biasanya memerlukan perawatan di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) untuk memantau kondisi selama masa adaptasi.
Faktor Risiko Kelahiran Prematur
1. Faktor dari Ibu
Beberapa kondisi pada ibu dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur:
Usia ibu di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun
Riwayat persalinan prematur sebelumnya
Kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, atau infeksi
Stres berlebihan dan kelelahan selama kehamilan
Kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau asupan gizi tidak mencukupi
2. Faktor dari Kehamilan
Selain kondisi ibu, faktor dari kehamilan juga dapat memengaruhi:
Kehamilan kembar dua atau lebih
Ketuban pecah dini
Masalah pada rahim atau leher rahim (serviks lemah)
Infeksi saluran kemih atau infeksi pada rahim
3. Faktor Sosial dan Lingkungan
Lingkungan juga memiliki peran:
Kurangnya akses pemeriksaan kehamilan rutin
Beban kerja fisik terlalu berat
Tekanan sosial, stres, atau kekerasan rumah tangga
Tanda-Tanda Awal Persalinan Prematur
Anda perlu segera memeriksakan diri jika merasakan:
Kontraksi lebih dari 4 kali dalam 1 jam sebelum usia 37 minggu
Nyeri punggung bawah yang tidak membaik
Sensasi tekanan pada panggul, seperti bayi turun
Kram perut mirip nyeri haid
Keluar cairan dari vagina (kemungkinan ketuban pecah dini)
Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera periksa ke dokter kandungan untuk evaluasi lebih lanjut.
Cara Mencegah Kelahiran Prematur
1. Perawatan Kehamilan Rutin
Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur
Laporkan setiap perubahan fisik atau keluhan
2. Menjaga Pola Hidup Sehat
Konsumsi makanan bergizi tinggi protein, zat besi, dan asam folat
Hindari rokok, alkohol, dan stres berlebihan
Cukup tidur dan hindari aktivitas fisik berat
3. Penanganan Medis untuk Ibu Berisiko Tinggi
Dokter dapat memberikan progesteron untuk menguatkan rahim
Cerclage yaitu jahitan leher rahim bila serviks lemah
Rawat inap dan pemantauan ketat jika muncul tanda persalinan prematur
Kesimpulan
Kelahiran prematur dapat dicegah apabila faktor risikonya dikenali sejak dini. Pemeriksaan kehamilan yang teratur, gaya hidup sehat, dan penanganan medis yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi hingga waktu persalinan yang ideal.
Jika Anda sedang hamil atau memiliki risiko kelahiran prematur, konsultasikan kesehatan kehamilan Anda di RS Darmo.Tim dokter spesialis kandungan kami siap mendampingi kehamilan Anda dengan penuh perhatian dan perawatan yang tepat. Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 895-4063-33700
Referensi :
Preterm birth. (2024, November 8). Maternal Infant Health. https://www.cdc.gov/maternal-infant-health/preterm-birth/index.html
World Health Organization: WHO. (2023, May 10). Preterm birth. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/preterm-birth
Author: dr. Pramudyo Sp.OG, Subsp. KFM
.png)

_edited.png)






Komentar