Maag Sering Kambuh Saat Puasa? Ini Cara Puasa Lebih Aman
- 3 jam yang lalu
- 3 menit membaca

Puasa sering menjadi tantangan bagi penderita maag karena lambung harus menahan kondisi kosong lebih lama dari biasanya. Tidak jarang muncul keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, perut terasa perih, hingga asam lambung naik saat puasa. Meski begitu, penderita maag tetap bisa menjalani puasa dengan aman jika dilakukan dengan persiapan yang tepat dan pengaturan obat yang sesuai.
Artikel ini akan membahas apakah penderita maag boleh berpuasa, mengapa maag bisa kambuh saat puasa, tips puasa untuk orang yang sakit maag, pengaturan pola makan dan waktu minum obat maag saat puasa, serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai dan kapan Anda harus segera ke dokter.
Kenapa Maag Bisa Kambuh Saat Puasa?

Maag adalah kondisi gangguan pada lambung yang umumnya ditandai dengan nyeri ulu hati, mual, kembung, atau rasa panas di dada. Saat puasa, pola makan dan jam makan berubah drastis sehingga dapat memicu produksi asam lambung yang tidak seimbang.
Beberapa kondisi yang membuat maag lebih mudah kambuh saat puasa antara lain:
Lambung kosong terlalu lama sehingga asam lambung mengiritasi dinding lambung.
Pola makan sahur dan berbuka yang kurang tepat.
Konsumsi makanan pemicu asam lambung saat berbuka.
Stres dan kelelahan yang tidak disadari selama puasa.
Makan berlebihan sampai kekenyangan saat buka puasa.
Apakah Penderita Maag Boleh Berpuasa?
Pada dasarnya, penderita maag masih boleh berpuasa, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi masing-masing.
Maag Ringan hingga Sedang
Penderita maag ringan hingga sedang umumnya masih dapat berpuasa dengan aman, selama:
Tidak sering kambuh berat.
Tidak disertai muntah hebat atau perdarahan.
Pola makan dan obat diatur dengan baik.
Maag Berat atau Sering Kambuh
Pada kondisi tertentu, puasa perlu dipertimbangkan ulang. Maag berat biasanya ditandai dengan:
Nyeri ulu hati hebat dan berulang.
Muntah terus-menerus.
Riwayat tukak lambung atau perdarahan lambung.
Pada kondisi ini, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Tips Puasa untuk Orang yang Sakit Maag
Agar puasa tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
1. Jangan Melewatkan Sahur
Sahur membantu mencegah lambung kosong terlalu lama. Pilih makanan yang mudah dicerna dan tidak memicu asam lambung.
2. Pilih Menu Sahur yang Tepat
Beberapa pilihan makanan yang lebih aman untuk lambung:
Karbohidrat kompleks seperti nasi, atau umbi-umbian.
Protein rendah lemak seperti telur rebus, ayam tanpa kulit, atau tahu dan tempe.
Sayuran yang tidak terlalu asam dan tidak digoreng.
Hindari makanan pedas, asam, terlalu berlemak, dan gorengan berlebihan saat sahur.
3. Berbuka Secara Bertahap
Saat berbuka, hindari langsung makan dalam porsi besar. Mulailah dengan:
Air putih atau minuman hangat.
Kurma dalam jumlah wajar.
Makanan utama setelah jeda beberapa menit.
4. Hindari Makanan Pemicu Maag
Beberapa makanan dan minuman dapat memicu asam lambung, seperti:
Makanan pedas dan asam.
Kopi dan minuman berkafein.
Minuman bersoda.
Makanan berlemak tinggi.
Waktu Minum Obat Maag Saat Puasa
Waktu minum obat maag saat puasa tidak bisa disamaratakan, karena tergantung jenis obat dan kondisi pasien.
Ada obat yang diminum sebelum sahur.
Ada yang lebih efektif diminum saat berbuka atau sebelum tidur.
Karena itu, sangat penting berkonsultasi dengan dokter agar jadwal minum obat tetap efektif dan tidak memperparah keluhan maag selama puasa.
Pentingnya Konsultasi Dokter Sebelum Puasa
Konsultasi ke dokter membantu:
Menentukan apakah kondisi maag Anda aman untuk berpuasa.
Menyesuaikan jenis dan jadwal obat maag selama puasa.
Mencegah komplikasi seperti iritasi lambung berat atau perdarahan.
Dokter juga dapat memberikan saran pola makan yang sesuai dengan kondisi lambung Anda selama Ramadan.
Tanda Maag Tidak Aman untuk Dipaksakan Puasa
Segera hentikan puasa dan periksakan diri jika Anda mengalami:
Nyeri ulu hati hebat yang tidak membaik dengan obat.
Muntah berulang atau muntah darah.
Feses berwarna hitam.
Lemas berat atau pusing hebat.
Gejala tersebut bisa menandakan kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera ke dokter atau IGD jika:
Nyeri lambung muncul tiba-tiba dan sangat hebat.
Gejala maag disertai muntah darah atau BAB hitam.
Nyeri tidak membaik meski sudah minum obat.
Pada kondisi tertentu, memaksakan puasa justru dapat memperburuk kesehatan lambung.
Kesimpulan
Puasa bagi penderita maag bukan hal yang mustahil, tetapi membutuhkan persiapan dan perhatian khusus. Dengan pola makan yang tepat, berbuka dan sahur secara bijak, serta pengaturan obat maag yang sesuai melalui konsultasi dokter, puasa dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman. Dengarkan sinyal tubuh Anda dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis bila keluhan maag memburuk.
Jika Anda memiliki riwayat maag dan ragu menjalani puasa, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Penyesuaian obat dan pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan lambung selama puasa.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, Anda dapat menghubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900
Reference :Â
Naluri. (n.d.). Fasting Tips for People with Gastric or GERD. Naluri. https://www.naluri.life/community/articles/fasting-tips-for-people-with-gastric-or-gerdÂ
Effects of Ramadan fasting on peptic ulcer disease as diagnosed by upper gastrointestinal endoscopy. (n.d.). https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1687197912001359.Â
Author : dr. Wiharjo Hadisuwarno, Sp.PD
.png)

_edited.png)


