Melihat Alam Lewat Lensa: dr. Pangestu Adi, Sp.PD-KGEH, dan Caranya Menjaga Keseimbangan Lingkungan
- Marketing RS Darmo
- 28 Okt 2025
- 2 menit membaca
Surabaya – Bagi sebagian orang, traveling dan fotografi adalah hobi untuk melepas penat. Namun, bagi dr. Pangestu Adi, SpPD-KGEH, kedua kegiatan itu justru menjadi cara untuk lebih dekat dengan alam sekaligus menyuarakan pentingnya menjaga kelestariannya.

dr. Pangestu Adi, SpPD-KGEH
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero-hepatologi yang berpraktik di Rumah Sakit Darmo Surabaya ini mengaku sering kali menemukan kerusakan lingkungan saat melakukan perjalanan maupun hunting foto.
“Saya seringkali menemukan kerusakan alam itu saat berkesempatan keliling dan berwisata. Padahal, pemandangan alam itu menyenangkan dan menenangkan. Sedih rasanya melihat kerusakan lingkungan yang membuat keseimbangan alam tidak lagi terjaga,” ungkapnya.

Fotografi: Mengabadikan Keindahan, Mengingatkan Kepedulian
Sejak duduk di bangku SMA, dr. Pangestu sudah akrab dengan kamera. Awalnya, fotografi ia jadikan sarana untuk menyalurkan rasa ingin tahu terhadap pemandangan alam dan momen perjalanan. Namun seiring waktu, kegiatan ini berubah menjadi cara baginya untuk merefleksikan makna yang lebih dalam: sebuah upaya mengingatkan diri dan orang lain bahwa alam layak dijaga keindahannya.
“Lewat fotografi, saya bisa mengabadikan keindahan alam yang saya lihat dan temui. Foto-foto itu bukan sekadar dokumentasi, tapi juga pengingat bahwa suatu saat bisa saja keindahan tersebut hilang karena ulah manusia,” ujarnya.
Saat berlibur atau traveling, kamera hampir selalu ia bawa. Dari pegunungan, laut, hingga hutan, setiap jepretan baginya adalah potongan cerita yang merekam bagaimana alam masih bisa menghadirkan ketenangan. Di sisi lain, ia juga tidak jarang menemukan pemandangan yang membuat hati miris: tumpukan sampah di tepi pantai, pepohonan yang ditebang, atau bangunan yang merusak harmoni lanskap alami.
“Sering kali suatu daerah wisata setelah terkenal tidak lagi alami. Fasilitas penunjang wisata dibangun dengan posisi yang justru merusak keindahan alam itu sendiri,” jelasnya.

Belajar dari Negara Lain
Pengalaman bepergian ke berbagai negara juga membuka mata dr. Pangestu tentang pentingnya budaya menjaga lingkungan. Ia mencontohkan masyarakat Jepang yang sangat disiplin dalam merawat keindahan alam sekitar tempat wisata.
“Warga disana sangat menjaga keasrian alamnya. Hal seperti itulah yang harus kita tiru, bukan justru merusaknya,” tambahnya.
Menjaga Alam, Menjaga Kesehatan
Bagi dr. Pangestu, kepedulian terhadap alam tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga erat kaitannya dengan kesehatan manusia. Alam yang terjaga akan memberi manfaat bagi kehidupan dan kesehatan generasi mendatang.
Dengan semangat yang sama, lewat profesinya sebagai dokter maupun hobinya sebagai fotografer, dr. Pangestu terus mengingatkan pentingnya keseimbangan alam. Karena, sebagaimana ia percaya, menjaga alam berarti juga menjaga diri kita sendiri.
✨ Ingin berkonsultasi mengenai kesehatan pencernaan Sahabat Darmo?
Temui dr. Pangestu Adi, SpPD-KGEH di Rumah Sakit Darmo Surabaya.
Informasi jadwal praktik dan pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp Poliklinik RS Darmo +62 896-3009-8900
Author : Tim Marketing Rumah Sakit Darmo
.png)

_edited.png)






Komentar