Sering Pusing Saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
- 24 Feb
- 3 menit membaca

Puasa dapat mempengaruhi kondisi tubuh, terutama ketika terjadi perubahan pola makan, waktu istirahat, dan asupan cairan. Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah pusing, terutama di siang hingga sore hari. Pada sebagian orang, pusing terasa ringan dan dapat membaik setelah beristirahat. Namun, pada kondisi tertentu, pusing dapat mengganggu dan menurunkan aktivitas sehari-hari.
Artikel ini akan membahas kenapa saat puasa sering terasa pusing, berbagai penyebab yang mendasarinya, cara mencegah dan mengatasi pusing saat puasa, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan kapan Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.
Kenapa Saat Puasa Sering Terasa Pusing?
Pusing saat puasa umumnya berkaitan dengan perubahan fisiologis tubuh ketika tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu. Selama puasa, tubuh beradaptasi dengan menggunakan cadangan energi, mengatur ulang keseimbangan cairan, dan menyesuaikan tekanan darah.
Beberapa kondisi yang dapat membuat pusing lebih mudah muncul saat puasa antara lain:
Asupan cairan yang kurang selama sahur dan berbuka.
Kadar gula darah yang menurun karena cadangan energi berkurang.
Tekanan darah yang ikut turun, terutama saat berdiri tiba-tiba.
Pola tidur yang berubah selama Ramadan.
Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama terlalu tinggi gula sederhana.
Penyebab Puasa Sering Pusing
1. Dehidrasi
Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan cairan selama berjam-jam. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik saat sahur dan berbuka, tubuh dapat mengalami dehidrasi ringan hingga sedang.Kondisi ini dapat menyebabkan:
Penurunan volume darah
Aliran darah ke otak berkurang
Kepala terasa ringan atau berkunang-kunang
2. Gula Darah Menurun
Puasa membuat tubuh menggunakan cadangan energi lebih lama. Jika asupan karbohidrat saat sahur kurang atau sahur terlewat, kadar gula darah dapat turun.Akibatnya, tubuh bisa terasa:
Pusing
Lemas
Sulit berkonsentrasi
3. Tekanan Darah Rendah
Pada sebagian orang, puasa dapat memicu penurunan tekanan darah. Pusing sering muncul saat bangun dari posisi duduk atau berbaring secara tiba-tiba.Keluhan ini biasanya bersifat sementara, tetapi tetap perlu diperhatikan.
4. Kurang Tidur
Perubahan jam tidur, seperti tidur lebih larut dan bangun lebih pagi untuk sahur, dapat menyebabkan kurang tidur. Kurang istirahat mempengaruhi kerja otak dan sistem saraf, sehingga pusing lebih mudah muncul.
5. Asupan Gizi Tidak Seimbang
Terlalu banyak konsumsi makanan manis saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, lalu turun kembali. Selain itu, kekurangan protein, karbohidrat kompleks, dan mineral juga dapat memperberat keluhan pusing.
Jenis dan Tingkat Keparahan Pusing Saat Puasa
1. Pusing Ringan (Masih Normal)
Pusing terasa ringan dan hanya sesaat.Ā Ciri-cirinya:
Hilang setelah istirahat
Tidak disertai mual hebat
Tidak ada gangguan penglihatan
2. Pusing Sedang
Pusing muncul lebih sering dan mulai mengganggu aktivitas.Ā Biasanya disertai:
Lemas
Sulit fokus
Tubuh terasa cepat lelah
3. Pusing Berat (Tanda Bahaya)
Pusing terasa sangat hebat hingga hampir pingsan.Ā Dapat disertai:
Mual dan muntah
Penglihatan kabur
Nyeri dada
Cara Mencegah dan Mengatasi Pusing Saat Puasa
1. Cukupi Asupan Cairan
Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dari waktu berbuka hingga sahur. Minum air putih secara bertahap agar penyerapan lebih optimal.
2. Jangan Melewatkan Sahur
Sahur membantu menjaga kestabilan gula darah selama puasa. Pilih makanan bergizi seimbang agar energi bertahan lebih lama.
3. Atur Pola Makan
Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah. Batasi makanan terlalu manis dan tinggi gula sederhana.
4. Bangun Secara Perlahan
Hindari berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau tidur untuk mencegah penurunan tekanan darah mendadak.
5. Istirahat yang Cukup
Usahakan tidur berkualitas minimal 6ā7 jam per hari dan kurangi begadang yang tidak perlu.
Kapan Pusing Saat Puasa Perlu Diwaspadai?
Tanda yang Tidak Normal
Segera waspada jika pusing:
Tidak membaik meski sudah istirahat
Disertai pingsan
Disertai muntah hebat atau nyeri dada
Kondisi Medis Tertentu
Pusing saat puasa perlu perhatian khusus jika Anda memiliki:
Riwayat diabetes
Tekanan darah rendah atau tinggi
Anemia
Gangguan jantung
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Segera periksakan diri jika Anda mengalami:
Pusing berat hingga hampir pingsan
Penurunan kesadaran
Sesak napas atau nyeri dada
Pusing berulang setiap hari meski sudah sahur dan cukup minum
Pusing saat puasa merupakan keluhan yang cukup umum dan sering kali tidak berbahaya. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan, terutama bila terjadi berulang atau terasa semakin berat. Dengan mencukupi cairan, menjaga pola makan seimbang, tidak melewatkan sahur, dan cukup istirahat, pusing saat puasa dapat dicegah dan dikurangi.
Jika Anda sering sakit kepala saat puasa sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan dokter di RS Darmo Surabaya. Penyesuaian obat dan pola makan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan selama puasa.
Untuk informasi lebih lanjut atau membuat janji konsultasi, Anda dapat menghubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900
Reference :Ā
Doherty, C., MD. (2025, November 18). Why does fasting trigger a headache?Ā Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-fasting-can-cause-a-headache-1719448
Doherty, C., MD. (2025, November 18). Why does fasting trigger a headache?Ā Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-fasting-can-cause-a-headache-1719448
Author: dr. Fauziah Adhima
.png)

_edited.png)



Komentar