top of page

Cek Jantung Mulai Usia Berapa? Ini Waktu yang Tepat dan Pemeriksaannya

4 jam yang lalu
5 menit membaca
Cek Jantung
Image Source: magnific.com

Kalau tidak pernah sakit jantung, memang perlu cek jantung?”


Pertanyaan ini cukup sering muncul. Banyak orang mengira pemeriksaan jantung baru diperlukan ketika sudah berusia lanjut atau ketika muncul keluhan seperti nyeri dada dan sesak napas.


Padahal, menjaga kesehatan jantung sebaiknya dimulai jauh sebelum muncul gejala.


Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, dan kurang aktivitas fisik, dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan faktor risiko lebih awal.


Cek Jantung Mulai Usia Berapa?

Tidak ada satu usia yang berlaku sama untuk semua jenis pemeriksaan jantung.

Namun, pemantauan kesehatan jantung sebenarnya sudah dapat dimulai sejak usia dewasa muda.


Salah satu pemeriksaan paling sederhana adalah tekanan darah. US Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan skrining tekanan darah pada orang dewasa mulai usia 18 tahun. Untuk orang berusia 18–39 tahun dengan tekanan darah sebelumnya normal dan tidak memiliki faktor risiko tertentu, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 3–5 tahun. Sementara itu, orang berusia 40 tahun ke atas atau yang memiliki risiko lebih tinggi dapat membutuhkan pemeriksaan lebih sering.


Jadi, tidak perlu menunggu usia 40 atau 50 tahun untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung.

Yang penting adalah mengetahui faktor risiko dan menentukan pemeriksaan sesuai kondisi masing-masing.


Kenapa Cek Jantung Perlu Dilakukan Sebelum Ada Gejala?

Masalah jantung tidak selalu memberikan tanda sejak awal. Contohnya, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Seseorang bisa merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, tetapi ternyata memiliki faktor risiko penyakit jantung yang belum diketahui.


Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat membantu mengetahui:

  • Apakah tekanan darah berada dalam batas yang sehat.

  • Apakah kadar kolesterol terlalu tinggi.

  • Apakah gula darah perlu diperhatikan.

  • Apakah berat badan atau lingkar perut meningkatkan risiko.

  • Apakah terdapat faktor risiko lain yang perlu dikendalikan.

  • Apakah diperlukan pemeriksaan jantung yang lebih spesifik.


Dengan kata lain, cek jantung bukan hanya untuk mencari penyakit, tetapi juga untuk mengetahui risiko sebelum masalah menjadi lebih serius.


Pemeriksaan Apa Saja yang Perlu Dilakukan?

“Cek jantung” tidak selalu berarti harus melakukan pemeriksaan menggunakan alat khusus.


Pada orang yang tidak memiliki keluhan atau penyakit jantung, dokter biasanya akan memulai dengan menilai faktor risiko kardiovaskular.


Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan salah satu pemeriksaan sederhana tetapi penting untuk kesehatan jantung.


Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala, tetapi jika berlangsung lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.


Karena itu, pemeriksaan tekanan darah sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika sedang sakit.


2. Pemeriksaan Kolesterol

Kolesterol tinggi juga sering tidak menimbulkan gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah.


Kolesterol pada orang dewasa sudah mulai diperhatikan sejak usia 20 tahun, dengan frekuensi pemeriksaan berikutnya disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing.


Hasil pemeriksaan biasanya mencakup beberapa komponen, termasuk LDL, HDL, dan trigliserida.


3. Pemeriksaan Gula Darah

Gula darah juga berkaitan dengan kesehatan jantung.


Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, pemeriksaan gula darah dapat menjadi bagian dari penilaian risiko kesehatan jantung, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko seperti berat badan berlebih atau riwayat diabetes.


4. Pemeriksaan Berat Badan dan Indeks Massa Tubuh

Berat badan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung.


Berat badan berlebih dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko, termasuk tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol dan gangguan gula darah.

Karena itu, dokter dapat menilai berat badan dan indeks massa tubuh (IMT) sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan.


5. Elektrokardiogram (EKG)

EKG atau elektrokardiogram merupakan pemeriksaan yang merekam aktivitas listrik jantung.


Namun, tidak semua orang yang ingin melakukan cek kesehatan jantung otomatis membutuhkan EKG.


Dokter dapat mempertimbangkan EKG berdasarkan keluhan, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan awal, atau faktor risiko tertentu.


Jadi, sebaiknya jangan menentukan sendiri pemeriksaan yang diperlukan. Dokter akan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing pasien.


6. Ekokardiografi atau Echo Jantung

Ekokardiografi menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan fungsi jantung.


Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai kondisi seperti fungsi pompa jantung, katup jantung, serta struktur jantung.


Sama seperti EKG, echo jantung tidak selalu diperlukan sebagai pemeriksaan rutin pada orang yang sehat tanpa keluhan. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan indikasi medis.


Jadi, Apakah Orang Muda Perlu Cek Jantung?

Tetap perlu, tetapi tidak berarti semua orang muda harus melakukan pemeriksaan jantung lengkap.

Pada orang dewasa muda yang sehat, perhatian utama biasanya adalah mengetahui dan mengendalikan faktor risiko.

Misalnya:

  • Mengukur tekanan darah.

  • Memeriksa kolesterol sesuai kebutuhan.

  • Mengetahui kadar gula darah bila memiliki faktor risiko.

  • Menjaga berat badan.

  • Tidak merokok.

  • Aktif bergerak.

  • Menjaga pola makan.

  • Tidur yang cukup.


Kapan Pemeriksaan Jantung Perlu Dilakukan Lebih Sering?

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama.

Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih rutin jika memiliki salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  1. Memiliki tekanan darah tinggi.

  2. Memiliki kolesterol tinggi.

  3. Memiliki diabetes atau gula darah tinggi.

  4. Mengalami berat badan berlebih atau obesitas.

  5. Merokok atau sering terpapar asap rokok.

  6. Jarang melakukan aktivitas fisik.

  7. Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

  8. Pernah mengalami masalah jantung sebelumnya.

  9. Memiliki penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko kardiovaskular.

  10. Mengalami keluhan yang mengarah pada masalah jantung.

Pada orang dengan faktor risiko atau riwayat penyakit kardiovaskular, dokter dapat menentukan pemeriksaan dan frekuensi kontrol yang lebih sesuai.


Jangan Tunggu Nyeri Dada untuk Memeriksa Jantung

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu gejala baru melakukan pemeriksaan.


Padahal, beberapa faktor risiko penyakit jantung dapat berlangsung tanpa gejala selama bertahun-tahun.


Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan berat untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung.


Pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan kolesterol dapat memberikan informasi penting tentang kondisi kesehatan Anda dan membantu menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.


Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?

Pemeriksaan rutin berbeda dengan pemeriksaan ketika muncul keluhan.

Jika mengalami gejala yang mengarah pada masalah jantung, jangan menunggu jadwal medical check-up berikutnya.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami:

  1. Nyeri atau tekanan di dada, terutama jika terasa berat atau menetap.

  2. Sesak napas yang muncul tiba-tiba atau semakin berat.

  3. Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang.

  4. Keringat dingin yang tidak biasa.

  5. Pusing berat atau hampir pingsan.

  6. Jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak, atau pingsan.

  7. Penurunan kemampuan beraktivitas yang terjadi secara tiba-tiba.

Gejala serangan jantung dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, keluhan yang mencurigakan sebaiknya tidak dianggap sepele.


Cara Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Sekarang

Selain melakukan pemeriksaan rutin, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung.


1. Aktif Bergerak

Usahakan tubuh tetap aktif dan hindari terlalu banyak duduk sepanjang hari. Setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat.


2. Perhatikan Pola Makan

Perbanyak makanan utuh seperti sayur, buah, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang sehat. Batasi makanan yang tinggi garam, gula tambahan, serta lemak jenuh dan trans.


3. Hindari Rokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko penting untuk penyakit kardiovaskular. Jika Anda merokok, berhenti merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.


4. Jaga Berat Badan

Berat badan yang sehat dapat membantu mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.


5. Tidur yang Cukup

Tidur juga merupakan bagian dari kesehatan jantung. American Heart Association memasukkan kualitas tidur sebagai salah satu komponen Life's Essential 8.


Kesimpulan

Cek jantung tidak harus menunggu usia 40 atau 50 tahun.


Pemantauan kesehatan jantung sudah dapat dimulai sejak dewasa muda. Pemeriksaan tekanan darah, misalnya, direkomendasikan mulai usia 18 tahun, sementara pemeriksaan kolesterol pada orang dewasa mulai diperhatikan sejak usia 20 tahun. Frekuensi pemeriksaan selanjutnya bergantung pada kondisi dan faktor risiko masing-masing.


Yang perlu diingat, cek jantung tidak selalu berarti harus melakukan EKG atau echo. Pada orang yang sehat tanpa keluhan, pemeriksaan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti tekanan darah, kolesterol, gula darah, berat badan, serta penilaian faktor risiko.

Semakin cepat faktor risiko diketahui, semakin besar kesempatan untuk melakukan perubahan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.


Jangan tunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan jantung. Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung atau ingin mengetahui kondisi kesehatan jantung secara lebih menyeluruh, konsultasikan dengan dokter di RS Darmo Surabaya.


Hubungi WhatsApp Poliklinik di +62 896-3009-8900 untuk membuat janji temu.


Referensi:


Author: dr. Nadiar Dwi Nuarisa, Sp.JP, FIHA


 
 
 

Komentar


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo

YAYASAN

RUMAH SAKIT DARMO

Rumah sakit terbaik di surabaya
Telepon RS Darmo

   ALAMAT   

Jl. Raya Darmo 90 Surabaya, Jawa Timur

   TELEPON   

031-5676253 - 6

   FAX.   

031-5620690

   EMAIL   

rsdarmo@rsdarmo.co.id

Rumah sakit terbaik di surabaya

INFO DAN PENDAFTARAN DOKTER SPESIALIS

DARMO MEDICAL CENTER

+62 896-3009-8900

INFO DAN PENDAFTARAN DARMO CHILDREN CENTER & ENDOSCOPY CENTER

+62 822-4134-3467

INFO DAN PENDAFTARAN FEMALE HEALTH CLINIC

+62 895-4063-33700

© 2025 maintenance by Rumah Sakit Darmo

bottom of page