top of page

Panduan Lengkap Tentang Preeklamsia: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Panduan lengkap tentang preeklamsia

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, preeklamsia menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kasus kematian ibu di Indonesia setiap tahunnya. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena dapat membahayakan ibu dan bayi yang dikandung. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang preeklamsia, mulai dari definisi, penyebab, gejala, hingga cara pencegahan dan penanganannya.


Apa Itu Preeklamsia?

Preeklamsia adalah kondisi medis dengan tekanan darah meningkat dan terdapat kelebihan protein dalam urine setelah kehamilan berusia lebih dari 20 minggu. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin.

Salah satu faktor risiko utama preeklamsia adalah usia ibu hamil yang di bawah 20 tahun atau lebih dari 40 tahun. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi atau berkembang menjadi kejang atau eklampsia, yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin.


Bagaimana Dampak Preeklamsia Pada Ibu dan Bayi?

Tips Mencegah Preeklamsia

Preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu, seperti gagal ginjal, kerusakan hati, masalah penglihatan, dan dalam kasus yang berat bisa mengalami kejang atau eklampsia hingga perdarahan di otak. Bagi bayi, preeklamsia dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, kelahiran prematur, dan bahkan kematian janin.


Beberapa faktor risiko penyebab Preeklamsia antara lain : 

  • Kehamilan pertama

  • Riwayat preeklamsia dalam keluarga

  • Usia ibu di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun

  • Obesitas

  • Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal

Secara medis, penyebab pasti preeklamsia belum diketahui. Namun, beberapa teori menyebutkan adanya masalah pada plasenta sebagai salah satu penyebab utama. Gangguan pada pembentukan dan fungsi plasenta dapat menyebabkan suplai darah yang tidak optimal.

Berikut adalah gejala preeklamsia yang umum terjadi, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi (lebih dari 140/90 mmHg)

  • Adanya protein dalam urin (proteinuria)

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki

  • Peningkatan berat badan yang drastis

Pada kasus yang lebih parah, gejala preeklamsia dapat meliputi:

  • Sakit kepala yang parah

  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya

  • Nyeri perut bagian atas (terutama di bawah tulang rusuk)

  • Sesak nafas


Diagnosis Preeklamsia

Untuk mendiagnosis preeklamsia, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan tes urin untuk mendeteksi adanya protein. Selain itu, tes darah mungkin diperlukan untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati, serta kondisi pembekuan darah.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan termasuk:

  • Tes darah lengkap

  • Tes fungsi hati

  • Tes fungsi ginjal

  • USG untuk memonitor pertumbuhan janin

  • Non-stress test untuk memeriksa kesejahteraan janin


Risiko dan Komplikasi Preeklamsia

Preeklamsia dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada ibu, seperti:

  • Eklampsia (kejang yang berpotensi fatal)

  • Sindrom HELLP (kerusakan hati dan rendahnya jumlah trombosit)

  • Gagal organ (ginjal, hati)

  • Pembekuan darah abnormal

Sedangkan bayi dari ibu dengan preeklamsia berisiko mengalami:

  • Pertumbuhan terhambat

  • Kelahiran prematur

  • Berat badan lahir rendah

  • Komplikasi pernapasan dan masalah kesehatan lainnya setelah lahir

  • Kematian janin dalam rahim


Tips Mencegah Preeklamsia 

Beberapa langkah pencegahan preeklamsia meliputi:

  • Menjaga pola makan sehat dan seimbang

  • Mengontrol berat badan sebelum dan selama kehamilan

  • Berolahraga secara teratur

  • Menghindari konsumsi garam berlebihan

  • Pemeriksaan rutin


Pemeriksaan secara rutin ini penting untuk memantau kesehatan ibu dan janin dan lakukan pemeriksaan tekanan darah serta tes urin secara berkala.


Bagaimana Cara Penanganan Preeklamsia yang Tepat?

Pengobatan preeklamsia bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi serius. Beberapa langkah pengobatan meliputi:

  • Pemberian obat anti hipertensi

  • Obat untuk mencegah kejang (magnesium sulfat)

  • Steroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin jika kelahiran prematur diperlukan

Ibu hamil dengan preeklamsia juga perlu mendapatkan perawatan khusus, termasuk:

  • Pemantauan ketat di rumah sakit

  • Bed rest atau istirahat di tempat tidur

  • Pemantauan rutin terhadap kesehatan janin

  • Jika didapatkan komplikasi, baik pada ibu dan atau janin akan dipertimbangkan dilakukan persalinan atau terminasi kehamilan lebih awal.


Kesimpulan

Preeklamsia adalah kondisi serius yang membutuhkan perhatian khusus selama kehamilan. Dengan memahami gejala, penyebab, dan langkah pencegahan, anda bisa membantu mengurangi risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Selalu konsultasikan kehamilanmu bersama RS Darmo Surabaya untuk mendapatkan perawatan terbaik. Jadikan kehamilan menjadi momentum yang mengesankan, aman dan nyaman. 


Penulis: dr. Henky Mohammad M., SpOG

Editor: Lentera


Comments


bottom of page