“Super Flu” Ramai Dibicarakan, Ini Penjelasan Medisnya
- Marketing RS Darmo
- 21 Jan
- 2 menit membaca

Belakangan ini, istilah “Super Flu” mulai ramai dibicarakan. WHO melalui laporan Disease Outbreak News menyampaikan bahwa aktivitas influenza global menunjukkan peningkatan sejak Oktober 2025. Peningkatan ini terjadi di berbagai wilayah dunia, dengan virus influenza tipe A sebagai jenis yang paling dominan. Di antara virus tersebut, influenza A(H3N2) dilaporkan sebagai varian yang paling banyak beredar secara global.
Apa itu Super flu? Apakah ini virus baru?
Super flu sebenarnya bukan virus baru, melainkan istilah populer untuk peningkatan kasus yang disebabkan oleh virus influenza A (H3N2) subclade K yang menyebar dengan cepat di banyak negara, termasuk Indonesia.
Gejalanya?
Gejala Influenza cenderung datang mendadak dan terasa lebih ‘berat’ pada tubuh, meliputi:
Demam tinggi yang muncul tiba-tiba
Area otot dan sendi terasa capek dan nyeri
Tubuh terasa lemas dan lesu
Batuk kering dan sakit tenggorok
Sakit kepala
Hidung pilek atau tersumbat
Siapa yang paling berisiko?
Influenza dapat menyebabkan penyakit berat bahkan kematian, terutama pada orang dengan risiko tinggi, meliputi:
Orang lanjut usia (lansia atau 60 tahun ke atas)
Ibu hamil
Anak berusia kurang dari 5 tahun
Orang dengan penyakit penyerta/komorbid, seperti gangguan paru, ginjal, jantung, tumor atau keganasan, stroke, gangguan imunitas (seperti autoimun)
Perokok
Virus Influenza tidak hanya menyebabkan gejala flu, namun juga dapat memperburuk gejala penyakit kronis dari pasien. Pada kasus yang parah, influenza dapat menyebabkan infeksi berat seperti pneumonia dan gagal napas.
Apa yang harus dilakukan jika merasa memiliki gejala influenza?
Jika merasakan gejala influenza, segeralah ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan detail untuk diagnosis dan tata laksana influenza.
Dokter akan mendiagnosis influenza berdasarkan gejala klinis yang ada, dan dapat disertai dengan pemeriksaan laboratorium baik itu dengan swab Rapid Influenza Diagnostic Tests (RIDTs) ataupun swab RT-PCR.
Setelah itu, dokter akan memberikan obat-obatan yang tepat sesuai dengan gejala yang dimiliki oleh pasien. Pemberian obat-obatan antivirus disesuaikan dengan gejala klinis pasien. Pada kasus ringan, dokter akan menyarankan untuk rawat jalan. Selama rawat jalan, pasien sebaiknya tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dengan cuci tangan rutin dan kenakan masker untuk mencegah penularan di rumah. Dokter akan menyarankan untuk dilakukan rawat inap di rumah sakit.
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Kabar baiknya, kita punya kendali untuk melindungi diri dan orang tersayang. Berikut beberapa tindakan untuk mencegah dan mengurangi risiko sakit influenza, termasuk penerapan perilaku hidup bersih dan sehat:
Cuci tangan secara rutin,
Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin,
Kenakan masker jika berada di sekitar orang yang sakit,
Istirahat yang cukup,
Makan makanan bergizi,
Olahraga teratur,
Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok,
Vaksinasi.
Vaksinasi influenza tahunan merupakan salah satu cara untuk mencegah infeksi influenza berat dan komplikasi serius yang ditimbulkannya. Pemberian vaksinasi influenza memberikan perlindungan selama 1 tahun terhadap risiko infeksi influenza berat. (pelajari tentang vaksin influenza)
Lindungi keluarga Anda dan orang tersayang. Jika ada gejala menyerupai gejala flu, segera periksakan diri ke dokter Spesialis Paru di Rumah Sakit Darmo Surabaya
Stay safe and Healthy!
Daftar Pustaka:
World Health Organization. Influenza (seasonal) [Internet]. Geneva: WHO; 2021. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
Permatasari, A. 2025. Kesiapsiagaan Klinis Menghadapi Super Flu. Disampaikan dalam Pertemuan DKK Surabaya
.png)

_edited.png)






Komentar